Lima Emak-emak Kolektor LPD Kapal Divonis 1 hingga 7 Tahun Penjara, Kristianti Divonis Paling Tinggi

Kelima emak-emak kolektor ini dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama di LPD Desa Adat Kapal, Badung.

Lima Emak-emak Kolektor LPD Kapal Divonis 1 hingga 7 Tahun Penjara, Kristianti Divonis Paling Tinggi
Tribun Bali/Rizal Fanany
Terdakwa, Ni Luh Rai Kristianti, setelah vonis dalam sidang kasus Korupsi LPD Desa Adat Kapal, Badung di Tipikor, Denpasar, Selasa (3/9/2019). 

Ia dijerat Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ni Luh Rai Kristianti dengan pidana penjara selama tujuh tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan. Dan denda Rp 500 juta subsidair empat bulan penjara," tegas Hakim Ketua Engeliky. 

Sebelumnya, dalam perkara ini majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar telah menjatuhkan vonis tiga tahun dan enam bulan (3,5 tahun) terhadap mantan Ketua LPD Desa Adat Kapal, Made Ladra (53).

Sedangkan kelima terdakwa bekerja sama dengan Made Landra.

Sidang putusan kasus Korupsi LPD Desa Adat Kapal, Badung di Pengadilan Tipikor, Denpasar, Selasa (3/9/2019). Tampak empat terdakwa yakni Ni Kadek Ratna Ningsih, Ni Wayan Suwardiani, Ni Nyoman Sudiasih, Ni Made Ayu Arsianti.
Sidang putusan kasus Korupsi LPD Desa Adat Kapal, Badung di Pengadilan Tipikor, Denpasar, Selasa (3/9/2019). Tampak empat terdakwa yakni Ni Kadek Ratna Ningsih, Ni Wayan Suwardiani, Ni Nyoman Sudiasih, Ni Made Ayu Arsianti. (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Dibeberkan dalam berkas perkara, terdakwa Ni Luh Rai Kristianti mempertangungjawabkan uang Rp 15.352.058.925.

Besaran nominal ini dari perbuatan tersangka yang sudah dilakukan berkali-kali sejak bekerja sebagai kolektor sampai tahun 2012.

"Jumlah tersebut terdiri pemakaian tabungan sukarela dan deposito nasabah Rp 4.440.102.760. Ditambah dengan penggunaan tabungan Koperasi Sri Winagun Banjar Celuk Kapal mengalami kemacetan dalam pengelola keuangan," jelas jaksa kala pelimpahan tahap II.

Untuk empat terdakwa lainnya yang lain bertanggung jawab atas uang Rp 3.148.334.825.

Semua ini perbuatan para terdakwa yang menjabat selaku kolektor LPD Desa Adat Kapal yang juga sudah dilakukan berkali-kali sejak para tersangka bekerja sampai 2016.

Adapun rinciannya yakni tersangka Ni Kadek Ratna Ningsih sebesar Rp. 2.229.071.475, Ni Wayan Suardiani sebesar Rp 246.373.350.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved