Pemkot Denpasar Bantah Akan Ada Pembangunan Marina di Sanur

Pemkot Denpasar Bantah Akan Ada Pembangunan Marina di Sanur di barat Pantai Mertasari

Pemkot Denpasar Bantah Akan Ada Pembangunan Marina di Sanur
Tribun Bali/Putu Supartika
Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, Dewa Gede Rai 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pemkot Denpasar melalui Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, Dewa Gede Rai, membantah pemberitaan tentang akan adanya pembangunan Diamond Sanur di barat Pantai Mertasari, dekat dengan kawasan Tahura (Taman Hutan Raya) Ngurah Rai.

Bahkan, Dewa Rai menegaskan sejauh ini tidak ada sama sekali pembahasan di Pemkot Denpasar mengenai marina tersebut.

"Terkait pemberitaan tentang rencana pembangunan marina untuk kapal pesiar, tempat konser, ada panggung terbesar, lapangan olahraga dan lainnya, kami sudah melakukan pengecekan dan penelusuran dari mulai aparat terbawah di tingkat desa, kecamatan hingga ke dinas-dinas terkait, tidak ada rencana proyek semacam itu," ungkap Dewa Rai ketika ditemuiTribun Bali, Rabu (4/9/2019) sore di Kantor Pemkot Denpasar.

Dalam kesempatan itu, Dewa Rai juga menyesalkan pernyataan yang diungkapkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) UPT Tahura Ngurah Rai, I Ketut Subandi, yang menyebut bahwa pihak Pemkot Denpasar dan masyarakat setempat berupaya untuk mempengaruhi perubahan fungsi kawasan sehubungan dengan apa yang disebut sebagai rencana pembangunan marina itu.

“Pernyataan dari pihak Tahura itu sama-sekali tidak berdasar. Bagaimana mungkin pemkot mempengaruhi perubahan fungsi kawasan, sedangkan rencana proyek itu saja kami baru dengar dari berita, karena memang selama ini tidak ada pembahasan apapun mengenai rencana marina itu. Apalagi, jika kemudian dikait-kaitkan dengan isu reklamasi, itu tambah ngawur. Sebab, Pemkot Denpasar selama ini tegas tidak menghendaki adanya reklamasi di wilayah Denpasar,” ungkap Dewa Rai.

Seperti diberitakan Tribun Bali, Senin (2/09/2019), I Ketut Subandi mengatakan bahwa ujung timur kawasan dekat Tahura Ngurah Rai kini sedang diincar oleh investor dan Pemkot Denpasar. Di sebelah barat Pantai Mertasari itu rencananya bakal dibangun marina untuk kapal pesiar, tempat konser terbesar di Asia dengan panggung mengambang, lapangan olahraga, beach walk terbesar di Asia, pusat oleh-oleh, kolam renang terpanjang di Indonesia, kemudian pasar tradisional ala modern dan restoran ikan. Semua itu dibuat dalam konsep dan nama Diamond Sanur.

“Memang cuma sedikit mendekati Tahura, tapi kan itu bagian dari ekosistem di Teluk Benoa. Harus dijaga itu. Pemerintah kota dan pihak yang mau bangun di sana jangan cuma berpikir komersial, tapi kurang dipikirkan bagaimana ekosistem untuk menyangga Denpasar dan Badung,” ungkap Subandi seperti diberitakan Tribun Bali.

Dewa Rai mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penelusuran dan pengecekan mulai dari bendesa, perbekel, camat, hingga dinas-dinas terkait seperti Dinas Perhubungan karena menyangkut dermaga dan juga Dinas Perizinan terkait perizinan yang dikeluarkan setelah mencuatnya berita tentang Diamond Sanur itu.

Dari pengecekan itu, menurut Dewa Rai, hingga saat ini belum ada permohonan ataupun pembicaraan terkait pembangunan proyek itu.

 "Jadi ini sangat prematur sekali, apalagi dikatakan pemerintah kota dan pihak yang mau membangun hanya mementingkan unsur komersial. Kami merasa harus klarifikasi dan luruskan hal ini agar tidak menimbukan keresahan. Sebab, banyak masyarakat yang bertanya, kok ada proyek tapi belum ada sosialisasi seperti apa," tandas Dewa Rai.

Dewa Rai juga menyayangkan karena menurut pemberitaan ini seolah-olah Pemkot Denpasar sudah merestui proyek ini.

Dikarenakan masalah ini sangat sensitif, Dewa Rai meminta semua pihak agar berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan, supaya tidak memunculkan persepsi seolah-olah proyek itu sudah direstui Pemkot Denpasar.

"Apalagi dikatakan bisa merusak lingkungan dan dikaitkan dengan banyak mangrove yang terganggu. Harus dipahami bahwa untuk proyek seperti ini ada beberapa lembaga yang punya kewenangan, apalagi ada rencana reklamasi yang itu jelas bukan kewenangan Pemkot Denpasar. Jadi menurut kami, pihak-pihak yang memberi statement agar hati-hati dan melakukan pengecekan kembali agar pemkot tidak dirugikan," kata Dewa Rai.(i putu supartika)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved