Pesan Damai dari Klungkung: Cegah Provokasi dengan Merajut Kebersamaan

Dandim 1610/Klungkung Letkol Czi Paulus Joni Simbolon mengapresiasi kegiatan yang digelar Bupati Klungkung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah

Pesan Damai dari Klungkung: Cegah Provokasi dengan Merajut Kebersamaan
Dok
Dandim 1610/Klungkung Letkol Czi Paulus Joni Simbolon bersama siswa-siswi asal Papua yang bersekolah di Klungkung, Rabu (4/9/2019).  

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Dandim 1610/Klungkung Letkol Czi Paulus Joni Simbolon mengapresiasi kegiatan yang digelar Bupati Klungkung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah setempat yang memprakarsai acara ramah tamah dalam rangka merajut kebersamaan antar etnis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.

Kegiatan tersebut dilaksanakan, di Obyek Wisata Kali Unda, Desa Paksabali, Kecamatan Dawan, Klungkung.

Ketika ditanya terkait kegiatan tersebut, Dandim 1610/Klungkung Letkol Czi Paulus Joni Simbolon mengimbau agar semua elemen masyarakat merajut kebersamaan membangun negeri.

"Negara ini memiliki potensi yang sangat besar dan jangan sampai terpengaruh atau terprovokasi oleh pihak luar yang ingin menguasai kekayaan alam negara ini", jelas Letkol Paulus Joni Simbolon, Rabu (4/9/2019)

Karena itu pihaknya berharap dari wilayah Kabupaten Klungkung dapat mempererat tali persaudaraan antar etnis, suku, ras serta agama.

Lanjutnya, kegiatan seperti ini sangat baik dan dirinya mengapresiasi apa yang telah digagas dan dilaksanakan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Forkompimda di Klungkung.

Senada Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana yang menekankan pada komitmen bersama bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun.

"Jangan sampai negara kita ini dihancurkan oleh orang yang memiliki keinginan atau kepentingan baik secara organisasi maupun kepentingan pribadi serta politik", tegasnya.

Kapolres mengajak semuanya untuk mulai dari lingkungan sekitar kita yaitu Kabupaten Klungkung agar bisa menjadi contoh untuk lingkungan atau wilayah lainnya.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan modal yang paling besar dan utama adalah damai untuk menata pemerintahan.

Dengan adanya kedamaian semua permasalahan yang ada bisa kita selesaikan dengan baik.

Bupati mengharapkan kepada para tokoh-tokoh yang ada di Kabupaten Klungkung untuk bersama-sama menjaga kesetaraan harga diri dan tidak adanya ketersinggungan dalam bersosialisasi dengan masyarakat di lingkungan sekitar kita.

"Dengan spirit Gema Santi menjadi suatu pondasi pembangunan di Kabupaten Klungkung dengan menyatukan hati, pikiran, bergandengan tangan saling merangkul, memupuk rasa persatuan dan kesatuan gerakan bersama dengan kedamaian dalam bingkai NKRI", tegas Bupati Suwirta.

Dirinya meminta seluruh elemen masyarakat Klungkung rendah hati, jangan memunculkan benih-benih ketidakharmonisan. (*) 

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved