Petinggi Pelindo III Sempat Bertemu Koster, Gendo Minta Gubernur Tak “Masuk Angin”

Menurut Gendo, menanam 50 ribu pohon mangrove tidak bisa serta merta menutupi kerugian rusaknya mangrove seluas 17 hektare akibat proses reklamasi.

Petinggi Pelindo III Sempat Bertemu Koster, Gendo Minta Gubernur Tak “Masuk Angin”
Tribun Bali/Rizal Fanany
Area hutan bakau atau mangrove yang mati akibat terkena dampak reklamasi Pelabuhan Benoa, Senin (26/8/2019). Berbagai proyek menyebabkan area hutan bakau di pesisir Bali semakin berkurang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI) I Wayan Gendo Suardana meminta kepada Gubernur Bali I Wayan Koster untuk tidak berubah sikap atau “masuk angin” terkait kegiatan proyek pengembangan Pelabuhan Benoa, yang membuat matinya tanaman mangrove di kawasan seluas 17 hektare di sekitar proyek.

Diketahui bahwa jajaran petinggi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, yang membawahi Pelabuhan Benoa, telah bertemu dengan Gubernur Koster beberapa waktu lalu.

Menurut Gendo yang juga Dewan Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali, justru Pelindo III diberi sanksi atas rusaknya mangrove di kawasan Pelabuhan Benoa akibat pelaksanaan reklamasi di sana.

Wawancara Eksklusif, Walhi: Pelindo Sangat Tertutup Soal Amdal Reklamasi

“Soal pertemuan Koster dengan Pelindo III, saya tidak berharap ini menjadi satu ajang kompromi. Kemudian karena Pelindo sudah menanam 50 ribu bibit mangrove, jangan lalu gubernur melunak dan mengamini apa yang Pelindo lakukan. Tidak bisa. Persoalan ini harus ditempatkan dalam konteks hukum lingkungan,” kata Gendo saat ditemui di kantornya di Denpasar, Selasa (3/9/2019) sore.

Sebelumnya, dalam konferensi pers akhir bulan lalu, Gubernur Koster menyatakan sikap tegasnya, meminta Pelindo III menghentikan kegiatan proyek pengembangan Pelabuhan Benoa.

Ketegasan itu diambil, karena kegiatan proyek di kawasan Pelabuhan Benoa itu dinilai mengakibatkan matinya tanaman mangrove di sekitarnya.

Terdesak Proyek, Hutan Mangrove Menciut 548 Hektare, Kebanyakan Alih Fungsi oleh BUMN & Pemerintah

Pada 28 Agustus lalu, jajaran petinggi Pelindo III menghadap Gubernur Koster terkait persoalan matinya mangrove itu.

Dikatakan Koster, penghentian pengerjaan proyek itu bersifat sementara, yakni sampai persoalan yang jadi perhatian Pemprov Bali terkait pelaksanaan proyek tersebut dan dampaknya bisa diselesaikan oleh Pelindo III.

Meskipun Pelindo III cabang Benoa telah melakukan penanaman 50 ribu bibit mangrove, menurut Gendo, hal itu tidak bisa menjadi ajang pemaafan atau pembenaran untuk melanjutkan proyek tersebut.

Koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI), I Wayan Gendo Suardana.
Koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI), I Wayan Gendo Suardana. (Instagram @gendovara)

Sebab, kata Gendo, menanam 50 ribu pohon mangrove tidak bisa serta merta menutupi kerugian rusaknya mangrove seluas 17 hektare akibat proses reklamasi yang dinilainya melanggar Amdal.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved