Sueca Ngamuk di RSUD Negara, Minta Penanganan Janin Meninggal di Kandungan Menantunya

Sueca menuturkan, Senin siang, menantunya mengeluh sakit perut karena janin yang dikandung telah meninggal.

Sueca Ngamuk di RSUD Negara, Minta Penanganan Janin Meninggal di Kandungan Menantunya
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi penanganan pada ibu hamil 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Malam itu, Senin (2/9/2019), suasana di  RSUD Negara mendadak ramai.

Sekeluarga datang, mereka mencak-mencak terhadap penolakan yang dilakukan pihak rumah sakit.

Mereka menuding pelayanan RSUD Negara kurang maksimal.

Made Sueca menceritakan, menantunya, Komang Suriani hamil enam bulan.

Namun janin menantunya meninggal dalam kandungan.

Warga Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara ini kemudian membawa menantunya ke poliklinik RSUD Negara.

Namun, poliklinik malam itu tutup.

Sontak hal itu membuat Sueca mengamuk.

Ia membuat gaduh hingga menjadi perhatian.

"Saya sudah sampai jam 11 malam di rumah sakit. Apalagi ini Senin, itu jam kerja. Kok bisa jam 11, jam 12 nutup poliklinik. Saya disuruh pulang, besok pagi baru suruh ke sini. Lalu bagaimana mantu saya? Bayi sudah meninggal dalam kandungan. Kalau menantu saya juga mati di rumah, apa rumah sakit mau bertanggung jawab?" ucapnya kesal.

Halaman
1234
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved