Menunggu Harga Naik, Petani Bawang di Kintamani Timbun Hasil Panennya Dua Pekan

Hasil panen yang tergolong bagus, tidak sejurus dengan harga jualnya. Per kilogram bawang di kalangan petani saat ini hanya dihargai Rp 10 ribu

Menunggu Harga Naik, Petani Bawang di Kintamani Timbun Hasil Panennya Dua Pekan
Tribun Bali/Fredey Mercury
Sujendra menujukkan hasil panen bawang miliknya, Rabu (4/9/2019). Di kalangan petani, harga bawang saat ini berada di kisaran Rp 10 ribu. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Para petani bawang di wilayah Kintamani saat ini sibuk dengan panen raya.

Hasil panen pun dinilai bagus, lantaran bertepatan dengan musim kemarau.

Seperti halnya di wilayah Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding, Kintamani, Bangli, Rabu (4/9/2019). Sejumlah lahan pertanian bawang tampak penuh dengan aktivitas memanen.

Petani bawang di Kintamani, Ketut Sujendra mengatakan, musim kemarau membuat masa panen bawang lebih cepat dari biasanya.

“Kalau normalnya panen bawang 80 hari. Sedangkan saat ini, hanya membutuhkan waktu selama 67 hari,” katanya.

Ia menambahkan, musim kemarau meningkatkan hasil panennya saat ini. Panen dikatakan maksimal apabila satu kilogram benih menjadi 10 kilogram bawang.

Sedangkan dalam satu tanaman bawang, dikatakan maksimal jika berisi 15 hingga 20 butir bawang.

Sebaliknya jika kurang maksimal, paling isinya 6 sampai 7 butir saja.

“Total luas lahan ini 7 are, saya menghabiskan 200 kilogram bibit. Dengan musim panas ini kemungkinan besar mendapatkan 9 kilo bawang untuk satu kilogram bibit. Jadi total hasil panen saat ini mencapai 1,8 ton,” jelas ayah tiga anak ini.

Hasil panen yang tergolong bagus, nyatanya tidak sejurus dengan harga jualnya. Per kilogram bawang di kalangan petani saat ini hanya dihargai Rp 10 ribu.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved