Bus Apron yang Terbakar di Bandara Ngurah Rai Diklaim Laik Beroperasi

Bus apron milik PT Gapura Angkasa Denpasar yang terbakar di depan apron 23 terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai diklaim laik beroperasi

Bus Apron yang Terbakar di Bandara Ngurah Rai Diklaim Laik Beroperasi
Gapura Angkasa
Kondisi bus apron milik PT Gapura Angkasa Denpasar yang terbakar di depan apron 23 terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jumat (6/9/2019). Bus Apron yang Terbakar di Bandara Ngurah Rai Diklaim Laik Beroperasi 

Bus Apron yang Terbakar di Bandara Ngurah Rai Diklaim Laik Beroperasi

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Bus apron milik PT Gapura Angkasa Denpasar yang terbakar di depan apron 23 terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai diklaim laik beroperasi.

“Busnya laik beroperasi dan itu bus tahun 2003, kami punya vendor PT Sari Indah, lokal. Maintenance dari mereka, user kita memastikan ada checklist-checklist, mereka punya tim mekaniknya," ungkap General Manager Gapura Angkasa Denpasar, I Ketut Deddy Harianto, Jumat (6/9/2019).

Ia menambahkan, pihaknya memiliki 8 bus yang dimiliki PT Gapura Angkasa Denpasar dan kejadian kebakaran ini baru pertama kali terjadi. 

"Kami ada 8 bus, ini kejadian pertama. Kejadiannya di sisi utara timur apron B-23. Tidak ada (ledakan), tahu-tahu ada api. Sekarang busnya ada di sana, di-police line," ujarnya.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Herry A Y Sikado mengatakan malam ini akan memindahkan bangkai bus apron tersebut.

“Harus segera memindahkannya, karena kami tidak ingin dengan kejadian ini dan bus masih di lokasi kejadian mengganggu pelayanan. Makanya kami akan segera melakukan normalisasi di tempat kejadian, baik dari fasilitas terminal sendiri maupun terkait dengan pelayanan di Apron,” imbuh Herry Sikado.

Saat disinggung kapan bangkai bus akan dipindahkan, ia menyampaikan malam ini akan dipindahkan ke sisi selatan Bandara.

Mengenai dinding dan kaca sisi terminal yang terdampak menghitam akibat asap pekat dari bus terbakar itu, dikatakan akan segera dilakukan perbaikan dengan melakukan pengecatan ulang.

(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved