Kisah Nyata dari Karangasem, Ketut Pica Alami Penyakit Aneh, Medis dan Non-medis 'Angkat Tangan'

"Pertama kali memarnya kecil. Seperti orang digigit semut. Ternyata beberapa hari kemudian memarnya semakin membesar."

Kisah Nyata dari Karangasem, Ketut Pica Alami Penyakit Aneh, Medis dan Non-medis 'Angkat Tangan'
TRIBUN BALI/SAIFUL ROHIM
Ketut Pica terlihat sedih saat ditemui d irumahnya, Jumat (6/9). Bibir bagian atas menderita sakit sejak 2 tahun lalu. 

Kisah Nyata dari Karangasem, Ketut Pica Alami Penyakit Anek, Medis dan Non-medis 'Angkat Tangan'

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Ketut Pica (19) warga Banjar Dinas Werdiarsa, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem duduk tersipu di teras rumahnya, Jumat (6/9/2019).

Matanya memerah seperti sedang bersedih. Bibir bagian atas bengkak dan membesar.
Akibatnya, Pica tak bisa bicara normal.

Anak keempat pasangan Ni Made Sukerti dan Made Sudarsa, tak kuasa menahan rasa sakit dibibirnya.

Berbicara dengan orang tua serta orang lain pun tidak bisa.

Ia hanya memakai bahasa isyarat saat minta sesuatu.

Seperti memegang perut pertanda minta makan.

Ini Ragam Modus Pembobolan Rekening Bank, Nasabah Perlu Waspada

Ini Kemiripan Desain Esemka dan SWM Motors T30 yang Sudah Mengaspal di China

Senyum Jokowi Saat Resmikan Pabrik Esemka, Saya Dukung Pengembangan Industri Otomotif Nasional

Aryawan Bersimpuh di Kaki Juru Sita, Minta Eksekusi Rumah Dilakukan Saat Purnama Kapat

Setiap malam Ketut Pica menagis lantaran tak kuat menaham sakit yang dideritanya.

Ni Made Sukerti, orang tua Ketut Pica, menjelaskan, anaknya mnderita penyakit aneh sejak 2 tahun lalu.

Tepatnya tahun 2017. Awalnya hanya memar biasa.

Halaman
123
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved