Sepekan Operasi Patuh Agung 2019 Polres Jembrana Tindak 333 Pelanggar

Pekan pertama Operasi Patuh Agung 2019 di sejumlah ruas jalan di Kota Negara, Jembrana, Bali, terdata 333 kasus penilangan

Sepekan Operasi Patuh Agung 2019 Polres Jembrana Tindak 333 Pelanggar
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
KENYEM MANIS - Seorang pengedara tersenyum sembari menyerahkan surat-surat dalam razia Operasi Patuh Agung 2019 di Jalan Ngurah Rai kota Negara, Kamis (5/9/2019). Sepekan razia, polisi menindak 333 pelanggaran. Sepekan Operasi Patuh Agung 2019 Polres Jembrana Tindak 333 Pelanggar 

Sepekan Operasi Patuh Agung 2019 Polres Jembrana Tindak 333 Pelanggar

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Pekan pertama Operasi Patuh Agung 2019 di sejumlah ruas jalan di Kota Negara, Jembrana, Bali, terdata 333 kasus penilangan.

Mereka yang terkena tilang karena tidak membawa helm, melawan arus, berkendara di bawah umur, dan juga tidak memasang sabuk pengamanan.

"Dalam sepekan ini ada sekitar 333 kasus pelanggaran yang kami tindak. Baik pelanggar roda dua hingga roda besar," ucap Kasatlantas Polres Jembrana, AKP Yoga Widyatmoko, Kamis (5/9/2019).

Yoga menjelaskan, dibanding dengan tahun 2018 lalu, kasus pelanggaran di 2019 ini mengalami peningkatan.

Tahun 2018 lalu, pelanggaran sebanyak 286 kasus.

Untuk teguran kepada pengendara di tahun 2019 sekitar 27 sedangkan tahun lalu tujuh teguran.

"Kami masih akan terus melakukan penindakan untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas. Ini akan digelar beberapa waktu ke depan," ungkapnya.

Yoga menuturkan, untuk operasi kemarin, pihaknya memulai pukul 06.30 Wita hingga 07.45 Wita bertempat di depan Pertokoan Jalan Ngurah Rai kota Negara.

Kegiatan itu dilakukan dengan aparat gabungan, baik TNI dan Dinas Perhubungan.

Sebanyak 57 pelanggar berhasil ditindak.

"Penindakannya seperti tidak membawa ada kelengkapan pada motor ada dua pelanggar, tanpa STNK 10 pelanggaran, tanpa helm 14, sabuk pengaman tidak dikenakan 2 pelanggar, tanpa SIM 22, KIR mati 3, muatan 2," jelasnya.

Yoga menambahkan, pihaknya juga menyita 10 SIM, 41 STNK dan enam kendaraan roda dua.

Para pelanggar diimbau untuk menaati peraturan lalu lintas dan menjaga keselamatan selama berkendara.

(*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved