Coding Disulkan Masuk Kurikulum SD, Staf Khusus Menkominfo Tantang Anak Muda untuk Merealisasikan

Staf Khusus Menkominfo, Lis Sutjiati mengatakan, coding perlu dimasukkan ke dalam Kurikulum Sekolah Dasar (SD).

Coding Disulkan Masuk Kurikulum SD, Staf Khusus Menkominfo Tantang Anak Muda untuk Merealisasikan
Tribun Bali/Putu Supartika
Staf Khusus Menkominfo, Lis Sutjiati 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Staf Khusus Menkominfo, Lis Sutjiati mengatakan, coding perlu dimasukkan ke dalam Kurikulum Sekolah Dasar (SD).

Ia mengatakan sudah mengusulkan hal itu.

Usulan ini ia sampaikan karena dibutuhkan tantangan yang besar dalam sistem kurikulum yang ada di Indonesia untuk meningkatkan talenta siswa dalam digital.

"Idenya gimana supaya bisa beri coding dari SD tanpa harus mengandalkan sistem konvensional pendidikan yang ada saat ini," kata Lis dalam acara Gerakan 1000 Startup Ignite the Nation Denpasar di Gor Lila Bhuana Denpasar, Sabtu (7/9/2019).

Ia menantang generasi muda untuk menyampaikan solusi agar kurikulum ini bisa diterapkan.

Kisah Ariana Konsumsi Alkohol Sejak Usia 12 Tahun, Derita Kanker Usus dan Kini Bersih Total

LINK STREAMING Timnas U19 vs Iran U19 Sore ini, Fakhri Husaini Panggil 23 Pemain

Apalagi saat ini dalam dunia digital semua pasti bisa dilakukan.

"Coding ini harus bisa diberikan kepada pelajar-pelajar, ini bahasa minimum dan nanti pelajar kita juga harus mengenal big data," katanya.

"Intinya semua, secara ide sudah diterima pemerintah. Nah tantangan realisasinya ini sekarang menunggu jawaban generasi milenial, berikan dong usulan ke pemerintah bagaimana cara penerapannya, nggak semua pemerintah yang harus menyelesaikan," katanya.

Ia mengatakan di Singapura, materi coding ini sudah diajarkan untuk anak-anak TK.

Ini yang Terjadi saat Kartu Kredit Jarang Digunakan

Malaysia Kirim Nota Diplomatik Desak Pemerintah Indonesia Urus Kebakaran Lahan

Menurutnya, pelajaran coding ini sama halnya dengan pelajaran umum lainnya seperti matematika.

"Coding ini basic dan harus dikuasai siapapun juga. Kendalanya pada sistem kurikulum, kalau ada kurikululm baru pertanyaannya gurunya nyiapinnya kayak gimana, itu kan kalau pakai cara dulu, makanya kami tungguin teman-teman gimana caranya agar pelajaran coding diterima siswa kita dari SD tanpa harus mengandalkan sistem konvensional. Kami tantang anak muda ini," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved