Disbud Buleleng Terlambat Usulkan 8 Warisan Budaya Tak Benda

Delapan usulan warisan budaya tak benda (WBTB) dari Dinas Kebudayaan Buleleng terlambat diusulkan ke pemerintah pusat

Disbud Buleleng Terlambat Usulkan 8 Warisan Budaya Tak Benda
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Komang. Disbud Buleleng Terlambat Usulkan 8 Warisan Budaya Tak Benda 

Disbud Buleleng Terlambat Usulkan 8 Warisan Budaya Tak Benda

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Delapan usulan warisan budaya tak benda (WBTB) dari Dinas Kebudayaan Buleleng, didiskualifikasi oleh pemerintah pusat.

Ini lantaran pengusulannya terlambat dilakukan dari waktu yang ditentukan.

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Komang mengatakan, ada delapan warisan budaya tak benda yang diusulkan oleh pihaknya.

Yakni Wayang Kaca Nagasepaha, Megoak-goakan, Permainan gangsing, Tajog, Ngusaba Bukakak Desa Adat Sangsit Dangin Yeh, Mekering-Keringan Endut Pura Pemayun Desa Banyuning, Dramatari Gambuh Pura Sari Abangan Desa Bungkulan, dan Bubur Megguh khas Kecamatan Tejakula.

Namun, pengusulan itu rupanya terlambat dilakukan.

Seharusnya, sebut Gede Komang, pengusulan warisan budaya tak benda itu sudah dilakukan pada April 2019 lalu.

Namun Disbud Buleleng baru menyetorkan data pada Juli 2019.

Gede Komang pun mengaku sangat menyayangkan adanya keterlambatan ini.

Padahal, delapan usulan warisan budaya tak benda itu seluruhnya sudah memiliki kajian akademis.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved