Hari Raya Tumpek Krulut, Memaknai Indahnya Suara Gambelan

Tumpek Krulut dirayakan setiap 210 hari atau enam bulan sekali tepatnya Saniscara (Sabtu) Kliwon Wuku Krulut.

Hari Raya Tumpek Krulut, Memaknai Indahnya Suara Gambelan
Tribun Bali/I Putu Supartika/Istimewa
Banten otonan, inzet: Sri Sedana 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sabtu (7/9/2019) merupakan hari raya Tumpek Krulut.

Tumpek Krulut dirayakan setiap 210 hari atau enam bulan sekali tepatnya Saniscara (Sabtu) Kliwon Wuku Krulut.

Menurut Dosen Bahasa Bali Universitas Udayana yang juga pegiat lontar, I Putu Eka Guna Yasa, kata krulut dalam Tumpek Krulut berasal dari kata lulut yang artinya kasih sayang.

"Tumpek Krulut ini merupakan hari raya untuk pemujaan gambelan, atau lebih tepatnya memuja Bhatara Iswara," kata Guna.

Kasih sayang tersebut diwujudkan dalam bentuk keindahan suara gambelan.

Namun, jika Tumpek Krulut ini dikaitkan dengan hari valentine-nya Bali, Guna kurang setuju.

Walaupun generasi muda sekarang haus merayakan valentine, tapi menurut Guna, jangan sampai mengaitkan hari suci dengan valentine.

"Valentine ya tetap tanggal 14 Februari, jangan mengaitkan hari suci dengan valentine," imbuhnya.

Kalau untuk melakukan pemujaan kepada gamelan, tetap itu saja maknanya.

"Jangan sampai nanti merayakan Tumpek Krulut orang Bali malah nukar jaja iwel, seperti menukar coklat saat valentine," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved