Malaysia Kirim Nota Diplomatik Desak Pemerintah Indonesia Urus Kebakaran Lahan

Pemerintah Malaysia akan mengirim nota diplomatik kepada pemerintah Indonesia.

Malaysia Kirim Nota Diplomatik Desak Pemerintah Indonesia Urus Kebakaran Lahan
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASAN (TRIBUN PONTIANAK/TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)
Kabut asap pekat saat umat muslim melaksanakan Sholat Idul Adha di Jalan Rahadi Osman, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (11/8/2019) pagi 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pemerintah Malaysia akan mengirim nota diplomatik kepada pemerintah Indonesia.

Nota diplomatik tersebut berisi desakan kepada pemerintah Indonesia untuk segera mengambil aksi dalam kebakaran lahan yang menimbulkan kabut asap sampai ke wilayah Malaysia.

Seperti dikutip dari The Star, Jumat (6/9/2019), rencana tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim Malaysia Isnaraissah Munirah Majilis.

Isnaraissah menuturkan dalam nota diplomatik tersebut pemerintah Malaysia meminta pemerintah Indonesia mencegah kebakaran lahan tidak terjadi lagi.

"Nota diplomatik ini akan segera dikirimkan. Kami sedang dalam tahap akhir penyusunan draf," ujar Isnaraissah di Kuching, Malaysia, Jumat (6/9/2019).

Isnaraissah mengklaim kabut asap yang menyelimuti wilayah Malaysia dalam beberapa waktu terakhir adalah kabut asap lintas batas.

Seperti dikutip dari The Star, saat ini terdeteksi ada 17 titik panas di Malaysia.

Sebanyak 12 titik panas terdapat di Sarawak, dua di Johor, dua di Pahang dan satu di Perak.

Indeks polutan udara (API) beberapa daerah di Sarawak bahkan mencatatkan level antara 101 dan 200 sejak Jumat pagi.

Pada siang hari, indeks polutan udara di Sri Aman mencapai 176, Miri 142, Kuching 140, Samarahan 132, Sibu 124, Sarikei 115 dan Mukah 102.

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved