Puskor Hindunesia Usulkan Bioskop Yang Hendak Dibangun di Pura Besakih Diganti Museum

Kalau bioskop tersebut tujuannya hanya sekedar untuk menunjukkan bahwa Besakih memiliki sesuatu sudah masuk ranah di luar hal yang berbau sakral

Puskor Hindunesia Usulkan Bioskop Yang Hendak Dibangun di Pura Besakih Diganti Museum
Tribun Bali/Made Dwi Suputra
PURA BESAKIH - Sejumlah umat Hindu sembahyang di Pura Agung Besakih, belum lama ini. Puncak Tawur Agung Panca Wali Krama di Besakih digelar 6 Maret 2019. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rencana Pemprov Bali untuk menata palemahan Pura Besakih dimana salah satunya dengan membangun bioskop yang bertujuan mengenalkan Pura Besakih kepada wisatawan yang berkunjung mendapat tanggapan dari Ketua Puskor Hindu Indonesia, Ida Bagus Susena Wanasara.

Menurut Susena penataan Pura Besakih harus tetap mengedepankan nuansa alami.

Kalau bioskop tersebut tujuannya hanya sekedar untuk menunjukkan bahwa Besakih memiliki sesuatu sudah masuk ranah di luar hal yang berbau sakral.

"Ada yang harus kita jaga jangan sampai semua detail tentang besakih dijelaskan. Kalau sejarah bisa lewat pamflet,buku dan sebagainya," kata Susena saat dihubungi Jumat (6/9/2019)

Pembangunan gedung bioskop itu terkesan tidak pada tempatnya bila dibangun di kawasan Pura Besakih dan terkesan dipaksakan karena anggaran nanti yang dikeluarkan pasti akan besar.

Demikian dengan teknologi yang akan dimanfaatkan disana.

Pemerintah Provinsi Bali berencana menata parahyangan, pawongan, dan palemahan kawasan Pura Besakih, Rendang, Karangasem, Bali.
Pemerintah Provinsi Bali berencana menata parahyangan, pawongan, dan palemahan kawasan Pura Besakih, Rendang, Karangasem, Bali. (Tribun Bali/Prima)

Sementara itu turis-turis yang berkunjung inginnya melihat Besakih secara natural.

Ia berpendapat sebenarnya penataan Besakih lebih tepat dengan sistem lingkar, yang mana wisatawan bisa melihat dari kejauhan saja dan tidak bisa masuk ke utama mandala.

Sedangkan kalau bioskop itu hanya sekedar untuk menampilkan informasi dan melarang turis masuk ke dalam, pihaknya mengusulkan agar jangan dibuat bioskop tetapi semacam museum.

"Kalau bioskop kesannya memodernisasi dengan teknologi untuk melihat Besakih," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved