Staf Khusus Menkominfo Tantang Bali Lahirkan 1000 Startup Digital

Saya tunggu 1000 startup digital lahir dari Bali yang akan menyelesaikan masalah lokal, Indonesia maupun dan dunia," ujar Lis

Staf Khusus Menkominfo Tantang Bali Lahirkan 1000 Startup Digital
Tribun Bali/Putu Supartika
Staf Khusus Menkominfo, Lis Sutjiati 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gerakan 1000 Startup Ignite the Nation Denpasar digelar di Gor Lila Bhuana Denpasar, Sabtu (7/9/2019).

Sebanyak 1300 peserta hadir dalam acara yang digagas oleh Menkominfo dan bekerja sama dengan startup di Bali ini.

Beberapa pembicara yang tak kalah menarik pun dihadirkan, seperti pembicara dari Gojek hingga Bukalapak.

Terkait antusiasme peserta yang didominasi para pemuda baik dari unsur mahasiswa, siswa maupun masyarakat umum ini, Staf Khusus Menkominfo, Lis Sutjiati menantang Bali bisa lahirkan 1000 startup berbasis digital.

"Saya tunggu 1000 startup digital lahir dari Bali yang akan menyelesaikan masalah lokal, Indonesia maupun dan dunia," ujar Lis.

Tak Sampai Menghabiskan Puluhan Juta, Parta Minta Pekerja Waspadai Perjanjian Kerja di Atas Laut

Coding Disulkan Masuk Kurikulum SD, Staf Khusus Menkominfo Tantang Anak Muda untuk Merealisasikan

Lis mengatakan dalam membangun sebuah startup perlu semangat yang besar dan pantang menyerah.

Dalam eksekusinya pun bisa memakan waktu hingga lima tahun.

"Semua ide besar terwujud bukan hitungan satu tahun melalui proses bisa dua tiga tahun dan sebuah ide besar untuk menjadi nyata prosesnya bisa sampai lima tahun," katanya.

Dari sejak 2016 hingga tahun 2019 ini sebanyak 45 ribu orang telah berpartisipasi dalam gerakan ini.

Semuanya masih dalam proses mulai dari ide hingga eksekusi.

Ke depan ia mengharapkan bisa mengajak partisipan hingga 150 ribu orang.

Perjalanan Soundrenaline, Sempat Vakum dan Diramal Tak Berumur Panjang (Part 1)

Inilah Tipe-tipe Orang yang Gemar Menyebarkan Hoaks, Pendidikan dan Penghasilan Jadi Faktor Utama

"Kendalanya sebenarnya adalah kegigihan, karena budaya kita kayak sekolah. Kita masuk, kalau gagal cari sekolah lain. Sedangkan untuk enterpreneur jangan menyerah, harus terus agar jadi solusi. Saya tanamakan ke anak muda sekarang, kalau menyerah, puluhan juta akan dirugikan. Karena semua ada di tangan kita," katanya.

Ia juga menyebut potensi yang ada di Indonedia tak kalah banyak dengan negara lain. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved