Studi Menemukan, Tato Mengubah Cara Orang Berkeringat

Bagi seseorang yang ingin membuat tato, ada baiknya memperhatikan peringatan dari sebuah studi ini

Studi Menemukan, Tato Mengubah Cara Orang Berkeringat
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Memiliki tato di tubuh masih menjadi pro-kontra di kalangan masyarakat.

Bagi sebagian orang, tato merupakan salah satu seni atau cara untuk menghias dan menunjukan jati diri seseorang.

Banyak orang yang gemar merajah tubuhnya dengan tinta ini sebut saja David Beckham, Conor McGregor, Neymar, atau The Rock.

Namun, bagi seseorang yang ingin membuat tato, ada baiknya memperhatikan peringatan dari sebuah studi ini.

Dilansir dari NYpost dari Grid, Studi yang dilakukan para peneliti dari Alma College di Michigan, menemukan bahwa tato bisa memiliki efek samping yang aneh, satu di antaranya adalah mengubah cara berkeringat.

Temuan tersebut diperoleh dengan cara mengumpulkan 10 pria sehat dengan tato di satu sisi tubuh bagian atas,  untuk mengetahui perbedaan cara berkeringat kulit yang bertato dibandingkan yang tidak.

Kisah Ariana Konsumsi Alkohol Sejak Usia 12 Tahun, Derita Kanker Usus dan Kini Bersih Total

Malaysia Kirim Nota Diplomatik Desak Pemerintah Indonesia Urus Kebakaran Lahan

Para peneliti itu menggunakan semacam plester kimia yang membuat kulit berkeringat, lalu mengukur kadar sodium keringat tersebut.

Plester itu kemudian diganti dengan plester jenis lain yang berfungsi menyerap keringat untuk mengetahui banyaknya keringat pada setiap kulit.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa tato membuat kulit seseorang memproduksi keringat lebih sedikit dari pada bagian yang tidak ditutup tato.

Selain itu, keringat orang yang memiliki tato mengandung sodium hampir dua kali lebih banyak dari yang tidak.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved