Serba Serbi

196 Serati Banten & Pemangku Diberi Pelatihan untuk Memberi Pemahaman yang Benar pada Umat Hindu

Sebanyak 108 orang pemangku dan 88 orang serati banten ikut pelatihan yang dibuka Sabtu (7/9/2019) malam di Pura Puseh Denpasar.

196 Serati Banten & Pemangku Diberi Pelatihan untuk Memberi Pemahaman yang Benar pada Umat Hindu
Dok Panitia Acara
Pelatihan kepemangkuan dan serati di Kota Denpasar, Sabtu (7/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sebanyak 108 orang pemangku dan 88 orang serati banten ikut pelatihan yang dibuka Sabtu (7/9/2019) malam di Pura Puseh Denpasar.

Pelatihan ini digelar Yayasan Dharma Bhakti bekerjasama dengan Pemkot Denpasar.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga bulan yakni 7 September hingga 30 November 2019.

Ketua Panitia yang juga Ketua Yayasan Dharma Bakti, Ketut Sudana mengatakan acara pendidikan dan pelatihan Kepemangkuan dan Serati Tingkat Pemula ini dibagi dalam tiga bidang yakni pendidikan, keagamaan dan sosial.

"Harapan saya acara ini bisa mengajak kaum generasi muda melaksanakan upacara dan upakara yang baik dan benar," katanya.

Adapun materi yang diajarkan untuk kepemangkuan antara lain kuliah umum, sukertaning kepemangkuan, siwa sidanta, teknik mebajran, asta kosala kosali, siwa sidanta, praktek nganteb, fungsi dan makna caru, tatwa, fungsi dan makna berbagai jenis ayaban, teori dharma wacana, praktek dharma wacana, Sansekerta, wariga, praktek nganteb, teori topeng sidakarya, praktek topeng sidakarya.

Lahir Minggu Umanis Merakih, Memiliki Ingatan Kuat dan Pekerja Keras, Begini Perjalanan Hidupnya

Sedangkan materi untuk serati antara lain kuliah umum, sukertining pemangku lan tapini, filsafat banten, tetandingan upakara dan upacara piodalan, fungsi dan makna pedatengan dan panggungan, fungsi dan makna sarana upakara piodalan, fungsi dan makna jenis pengresikan, fungsi dan makna caru, tatwa, fungsi dan makna jenis ayaban, teori dharma wacana, praktek dharma wacana, peraktek pembuatan biyakawon dan duwurmanggala, praktek pembuatan prayascita pengulapan dan lis gede, teori dan praktek pembuatan pejati lan suci, praktek ayaban dan tumpeng, praktek astangga yoga, praktek pembuatan sesayut pokok, praktek pembuatan ayaban undel kurenan, praktek pembuatan pedatengan banten ring panggungan dan penyamblehan.

"Saya berharap dengan adanya acara seperti ini bisa menambah wawasan kepemangkuan dan serati banten di kota Denpasar."

"Saya juga berharap dengan kepelatihan kepemangkuan bisa melaksanakan upacara di tingkat pemerajan begitu juga para serati bisa membuat upakara dan banten untuk di rumah," katanya.

Ketua PHDI Kota Denpasar, Nyoman Kenak menekankan tiga hal yang dijadikan kerangka dasar dalam menjalani kewajiban sebagai pemangku, yakni tatwa, susila dan acara.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved