3 Bulan Ungkap Kejahatan Narkoba di Bali, Polisi Tangkap 17 Tersangka & Amankan 3,2 Kg Sabu 

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Denpasar hari ini kembali memperlihatkan para tersangka kasus tindak pidana narkotika

3 Bulan Ungkap Kejahatan Narkoba di Bali, Polisi Tangkap 17 Tersangka & Amankan 3,2 Kg Sabu 
Tribun Bali/Firizqi Irwan
17 tersangka bandar dan kurir narkotika yang beraksi di Bali berhasil diungkap beserta barang buktinya. Tepat di depan Patung Mahakarya Masyarakat Bali atau Patung PRG Renon, mereka pun diperlihatkan pada hari ini, Minggu (8/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Denpasar hari ini kembali memperlihatkan para tersangka kasus tindak pidana narkotika yang berhasil ditangkap di wilayah hukumnya, Minggu (8/9/2019).

Bertempat di depan Patung Mahakarya Masyarakat Bali atau terkenal dengan nama Patung PRG yang berada di depan persis Monumen Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Bali.

Satresnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC memperlihatkan para tersangka dan barang bukti yang berhasil diungkap.

Dipimpin langsung Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono menyampaikan kepada awak media dan masyarakat yang hadir di Renon saat Car Free Day (CFD) berlangsung.

Para tersangka dan barang bukti yang diperlihatkan hari ini merupakan hasil tangkapan dari tiga bulan terakhir.

"Polresta Denpasar hari ini melaksanakan pers rilis pengungkapan kasus tindak pidana narkotika selama tiga bulan terakhir," ujarnya.

"Dibelakang ini adalah seluruh tersangka tiga bulan terakhir hasil pengungkapan dari Satresnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC yang berjumlah 17 orang dengan jumlah kasus 15 orang," lanjutnya.

Benny pun melanjutkan bahwa dari ke-17 tersangka yang berperan sebagai kurir dan barang dari narkotika ini berasal dari Jawa sebanyak 12 orang, Bali 1 orang, 1 dari Sumba dan 3 orang lagi merupakan warga negara asing asal India dan Vietnam.

"Barang bukti yang diperlihatkan ini, ada sabu-sabu sebanyak 3.227 gram, ekstasi 16 butir, ganja 74,29 gram, kokain 1,9 gram, Pil Koplo 1.316 butir," ungkapnya.

Wakapolresta Denpasar yang berasal dari Kediri, Jawa Timur ini pun mengungkapkan peran para tersangka bermacam-macam, bahkan dari 17 tersangka ada seorang residivis kasus yang sama.

"Peran tersangka ini campuran ada yang bandar dan sebagai kurir. Untuk residivis 1 orang bernama Rambu, sumber barang bukti ini hasil pendalaman diperoleh dari satu orang yang tidak dikenal," tambahnya.

Adapun dalam kasus tindak pidana yang berhasil diungkap dijelaskan AKBP Benny Pramono, bandar dan kurir dikenakan dengan pasal yang berbeda-beda.

"Adapun pasal yang kita kenakan yakni Pasal 112 ayat 2, pasal 111 ayat 1, pasal 114 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun, paling lama 20 tahun," jelasnya.

"Juga kita kenakan pasal 197 Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman pidana penjara 15 tahun," tambahannya. (*) 

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved