Icuk Sugiarto: KPAI Tak Bisa Melihat Eksploitasi Anak di PB Djarum dengan Kacamata Kuda

Icuk Sugiarto: KPAI Tak Bisa Melihat Eksploitasi Anak di PB Djarum dengan Kacamata Kuda

Icuk Sugiarto: KPAI Tak Bisa Melihat Eksploitasi Anak di PB Djarum dengan Kacamata Kuda
tribunnews.com/oro
Icuk Sugiarto 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Icuk Sugiarto Juara dunia bulutangkis 1983 yang sudah hampir 25 tahun membina anak-anak berlatih di klub Pelita Bakrie Jakarta mengatakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) harus bijak melihat apa yang dilakukan PB Djarum membina anak-anak usia dini bermain bulutangkis mulai dari nol hingga menjadi juara dunia. 

Icuk Sugiarto menilai apa yang dilakukan PB Djarum adalah eksploitasi bernilai positif yang sangat membanggakan Indonesia di dunia internasional. PB Djarum sudah mencetak banyak atlet dengan prestasi dunia termasuk mereka yang merebut medali emas di Olimpiade.

“KPAI tidak bisa melihat eksploitasi anak di PB Djarum atau klub-klub lainnya dengan kacamata kuda. Karena yang dilakukan PB Djarum adalah pembinaan atlet yang tidak ada hubungannya antara anak-anak yang dilatih sebagai pemain bulutangkis dan Djarum sebagai produsen rokok. Pasalnya, anak didik PB Djarum tidak bersentuhan langsung dengan perusahaan rokok Djarum," ungkap Icuk Sugiarto, Minggu (8/9/2019).

Menurut Icuk, justru KPAI harus berterima kasih kepada PB Djarum atau klub-klub bulutangkis yang sudah melahirkan banyak atlet dengan prestasi dunia.

Karena eksploitasi yang dilakukan PB Djarum adalah eksploitasi positif yang membuat seseorang yang bukan apa-apa menjadi seorang miliarder dengan prestasi yang dicapainya.

“Eksploitasi yang dilakukan PB Djarum sangat berbeda dengan eksploitasi yang dilakukan para orangtua yang menyuruh anak-anaknya menjadi pengemis, atau orangtua yang memaksa anaknya bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

PB Djarum itu konteksnya membina, mendidik, dan melatih seorang anak untuk menjadi sang juara,” kata Icuk yang kini sedang membangun sebuah Resort dan Sport Center di daerah Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat.

Lebih jauh Icuk menjelaskan, PB Djarum dikelola lewat sebuah Yayasan bernama Djarum Fondation. Dimana soal anggaran pembinaan atlet PB Djarum disalurkan lewat Djarum Fondation, sehingga anak-anak yang dilatih bermain bulutangkis tidak bersentuhan dengan rokok.

Apalagi, kata Icuk, apa yang dilakukan PB Djarum sudah berlangsung jauh sebelum lembaga bernama KPAI itu lahir pada tahun 2002. Jadi sangat tidak pantas kalau KPAI menuding PB Djarum mengeksploitasi anak.

“Jika tuduhannya mengeksploitasi anak dalam bentuk memaksa anak bermain bulutangkis, kenapa tidak semua klub yang membina anak usia dini diperlakukan sama dengan PB Djarum? Ini ada apa di balik itu semua? Kok tiba-tiba KPAI hanya menyorot PB Djarum tetapi tidak dengan yang lain,” tutur Icuk Sugiarto.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Icuk Sugiarto: Ada Apa dengan KPAI Dengan PB Djarum yang Membina Bulutangkis Usia Dini?

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved