Kelanjutan Revitalisasi Drainase di Wilayah Kota Bangli Batal

Kurangnya anggaran disebut-sebut menjadi alasan, mengapa revitalisasi drainase di wilayah Kota Bangli ditunda dan kini terancam gagal

Kelanjutan Revitalisasi Drainase di Wilayah Kota Bangli Batal
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Berlubang - Kondisi drainase di depan kantor Dinas Koperasi Bangli, Minggu (8/9/2019). Kelanjutan Revitalisasi Drainase di Wilayah Kota Bangli Batal 

Kelanjutan Revitalisasi Drainase di Wilayah Kota Bangli Batal

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kelanjutan revitalisasi drainase di wilayah Kota Bangli, nampaknya tidak berjalan sesuai ekspektasi.

Kurangnya anggaran disebut-sebut menjadi alasan, mengapa kegiatan itu ditunda dan kini terancam gagal.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Pemukiman (PUPRKim) Bangli, I Made Soma tidak menampik jika kelanjutan revitalisasi drainase direncanakan tahun 2019.

Ia juga membenarkan rencana tersebut telah masuk dalam APBD induk 2019.

Namun demikian, pelaksanaannya ditunda lantaran tidak ada anggaran.

“Memang benar masuk dalam anggaran induk, tapi itu kan sementara masih ditunda karena masih ada kekurangan anggaran. Untuk itu kami ubah ke APBD perubahan,” katanya Minggu (8/9/2019).

Soma menjelaskan, kelanjutan revitalisasi drainase membutuhkan anggaran sebesar Rp 5 miliar.

Drainase yang perlu diperbaiki untuk kegiatan lanjutan ini, dimulai Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai tepatnya dari depan SPBU Kota Bangli hingga patung adipura.

Pun demikian drainase di sebelah timur jalan, dimulai patung adipura hingga kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) jalan Lettu Lila.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved