Sinar Ayu Ingin Perkenalkan Kain Cepuk Rangrang Khas Nusa Penida

Sinar Ayu memulai usaha berjualan kain Cepuk Rangrang sejak usia belia

Sinar Ayu Ingin Perkenalkan Kain Cepuk Rangrang Khas Nusa Penida
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Sinar Ayu saat menunjukkan kain Cepuk Rangrang. Sinar Ayu Ingin Perkenalkan Kain Cepuk Rangrang Khas Nusa Penida 

Sinar Ayu Ingin Perkenalkan Kain Cepuk Rangrang Khas Nusa Penida

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sinar Ayu memulai usaha berjualan kain Cepuk Rangrang sejak usia belia.

Ia berasal dari Desa Pejukutan, Banjar Karang, Nusa Penida, Klungkung, Bali.

Wilayah Nusa Penida merupakan sentra pembuatan Cepuk Rangrang.

“Saya mulai sejak 2010, baru merintis dan kini mulai berkembang dengan bantuan Bank Indonesia. Kebetulan di tempat saya memang ciri khasnya kain rangrang dengan cepuk. Jadi pada awalnya kain ini digunakan acara tertentu, seperti nikah, potong gigi, dan sebagainya. Seiring waktu berkembang mengikuti dinamisme desain pakaian modern,” katanya kepada Tribun Bali, Minggu (8/9/2019).

Putri dari Ni Wayan Luh Nusantari ini, belum mempunyai toko offline, dan pemasarannya masih melalui media sosial serta dari mulut ke mulut.

“Biasanya yang paling laris adalah kain dengan pewarnaan alami, karena kalau sintesis tidak selembut warna alami,” jelasnya.

Harganya mulai Rp 400 ribu sampai Rp 1,3 juta untuk rangrang pewarnaan alami.

Sementara untuk kain cepuk dibanderol Rp 350 ribu.

Mahalnya Kain Cepuk Rangrang, khususnya berbahan alami karena lamanya proses pembuatan, mulai 3 hari hingga bulanan.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved