Buka Jasa Prostitusi Online Via Twitter Bertarif Mulai Rp 500 Ribu, Hasani Dijemput di Kerobokan

Membuka jasa portitusi melalui akun medsos twiter, Hassani alias Jo (34) asal Yogyakarta ditangkap polisi.

Buka Jasa Prostitusi Online Via Twitter Bertarif Mulai Rp 500 Ribu, Hasani Dijemput di Kerobokan
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Membuka jasa portitusi melalui akun medsos twiter, Hassani alias Jo (34) asal Yogyakarta ditangkap polisi. 

Pelaku dijerat Pasal berlapis, yaitu pasal 9 junto Pasal 35 dan/atau Pasal 4 ayat (1) junto Pasal 29 dan/atau Pasal 4 Ayat (2) junto Pasal 30 dan/atau Pasal 6 junto Pasal 32 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan/atau Pasal 27 Ayat (1) jo Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 296 KUHP, dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun.

Hal tersebut diungkap oleh Dir Krimsus Polda Bali, Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho saat jumpa persnya di ruangan Dit Krimum, Senin (9/9/2019)

Pada tanggal (6/8/2019) telah dilakukan patroli siber (browsing di Internet), ditemukan postingan pelaku pada media sosial twitter.

Akun tersebut memiliki muatan asusila atau pornografi dengan cara menawarkan, mengiklankan, baik secara langsung maupun tidak langsung layanan seksual atau menyediakan pornografi, jasa pornografi, menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi dan menjadikan orang lain sebagai objek atau model porno.

Setelah dilakukan penyelidikan, diperoleh informasi bahwa yang menawarkan dan sekaligus operator akun twitter adalah pelaku Hassani dan tinggal di jalan Muding Mekar, Kerobokan, Kuta Utara Badung.

Selanjutnya, pelaku ditangkap di lokasi tersebut.

"Berdasarkan hasil interogasi, pelaku memang benar yang bersangkutan merupakan pemilik akun twitter @Chezka zii yang digunakan untuk menawarkan wanita penghibur. Dan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap HP Iphone X miliknya ditemukan beberapa akun lain yang digunakan oleh yang bersangkutan dalam menjalankan kegiatan prostitusi online tersebut," ujarnya

"Jadi sistemnya itu konsumen tinggal membuka akun tersebut dan melihat daftar wanita mana yang bisa pada tanggal-tanggal yang ditentukan. Tarifnya itu Rp 500- 1 juta," imbuhnya

Modus pelaku dengan cara menawarkan wanita penghibur melalui akun twitter dengan hastag  dan tanggal, kemudian para pelanggan melakukan pemesanan langsung melalui Direct Message Twitter.

Barang bukti telah diamankan satu buah handphone merk HP Iphone X, dua buah kartu ATM Passpor BCA, akun twitter @chezska_zii, print out screen capture yang memuat postingan dari akun twitter @chezska_zii, satu lembar bukti transfer pembayaran DP jasa prostitusi, enam lembar uang pecahan Rp 100 ribu, sebelas kondom, satu pelumas merk Vigel Lubricanting Gel.  (*) 

Penulis: Rino Gale
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved