Hati-hati, Suara 'Krek' Pada Leher Bukan Berarti Pegal Dan Nyeri Hilang, Malah Berisiko Stroke

Ada begitu banyak kebiasaan yang terdengar sepele dan umum dilakukan ternyata berbahaya bagi kesehatan.

Hati-hati, Suara 'Krek' Pada Leher Bukan Berarti Pegal Dan Nyeri Hilang, Malah Berisiko Stroke
Freepik
ilustrasi meretakkan leher hingga berbunyi krek 

TRIBUN-BALI.COM - Ada begitu banyak kebiasaan yang terdengar sepele dan umum dilakukan ternyata berbahaya bagi kesehatan.

Bahkan beberapa diantara kebiasaan umum itu memiliki konsekuensi yang serius bagi kita.

Misalnya saja kebiasaan umum untuk meretakkan leher ketika pegal.

Rasanya setelah meretakkan leher, apalagi ketika mendengar suara 'krek', kita akan merasa lega dan puas.

Tak hanya itu, setelah meretakkan leher, kebanyakan orang akan merasa pegal-pegal yang dirasa sebelumnya hilang.

Kebanyakan orang memang biasanya akan meretakkan leher ketika merasa pegal di area leher.

Bahkan mungkin Anda salah satu orang yang sering melakukannya.

Namun, ada risiko serius dari kebiasaan umum meretakkan leher tersebut.

Melansir Mirror, Minggu (8/9/2019), faktanya ada beberapa kasus terkait meretakkan leher dengan stroke.

Hal ini seperti yang terjadi pada Natalie Kunicki, seorang gadis asal Inggris.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved