Melki Meninggal karena Sakit, Perkara Pencurian Dihentikan

Terdakwa kasus pencurian satu unit sepeda motor dan tiga buah handphone, Melki Pusut alias Elki, (28) meninggal dunia.

Melki Meninggal karena Sakit, Perkara Pencurian Dihentikan
Tribun Bali/Putu Candra
Wajah Melki tertera pada berkas perkara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa kasus pencurian satu unit sepeda motor dan tiga buah handphone, Melki Pusut alias Elki, (28) meninggal dunia.

Terdakwa kelahiran Poso, Sulawesi Tengah itu meninggal dunia pukul 19.05 Wita di IGD RSUP Sanglah, Jumat 6 September lalu, karena sakit.

Demikian disampaikan Kasi Pidum Kejari Badung, Rahmadhy Seno Lumakso didampingi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus ini I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo, Senin (9/9/2019).

Rahmadhy menjelaskan, terdakwa Melki sempat dirawat selama 23 jam di RSUP Sanglah.

Namun, nyawa Melki tidak tertolong. "Melki Pusut dinyatakan meninggal dunia karena komplikasi penyakit diabetes dan paru-paru," terangnya.

Lantaran terdakwa meninggal dunia, kasusnya pun dihentikan.

Kecelakaan Tragis, 3 Orang Tewas, Beredar Video Disebut-sebut Para Korban Sebelum Kecelakaan

Tangis Komang Suci dan Mami Wayan Pecah, Wajib Bayar Ratusan Juta pada Gadis yang Dijadikan PSK

Seperti diketahui, terdakwa Melki baru menjalani dua kali sidang. Sidang pertama adalah pembacaaan surat dakwaan oleh Jaksa.

Sedangkan sidang kedua pemeriksaan saksi korban. Sejati terdakwa Melki kembali disidangkan dengan agenda pemeriksaan saksi polisi.

"Jenazah terdakwa sudah dibawa ke kampung halamannya pada Sabtu kemarin (7/9/2019)," imbuh Jaksa Bamax.

Sebagaimana surat dakwaan, terdakwa Melki didakwa dakwaan tunggal, Pasal 362 KUHP. Di mana ancaman pidananya yakni penjara selama lima tahun.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved