Menteri Perhubungan Minta Koster dan PAS Siapkan Jalan Pendukung Bandara Bali Utara

Menteri Perhubungan Minta Koster dan PAS Siapkan Jalan Pendukung Bandara Bali Utara

Menteri Perhubungan Minta Koster dan PAS Siapkan Jalan Pendukung Bandara Bali Utara
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, Jumat (26/7/2019) usai melakukan rapat koordinasi tertutup di VIP 2 Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara nampaknya belum dapat diwujudkan dalam waktu dekat ini.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) untuk fokus menyiapkan jalan pendukung bandara terlebih dahulu, sebelum akhirnya pembangunan bandara dilakukan. 

Seperti diketahui, pada Senin (9/9/2019), Koster bersama PAS mengikuti rapat bersama Menteri Perhubungan di Jakarta, untuk membahas terkait rencana pembangunan bandara internasional Bali Utara.

Dihubungi melalui saluran telepon, Bupati Agus Suradnyana mengatakan, berdasarkan hasil rapat itu, menteri  meminta kepada pihaknya untuk membangun akses jalan menuju ke lokasi bandara di Kubutambahan terlebih dahulu.

"Cuma ditegaskan untuk bikin jalan penghubungnya dulu. Intinya kami disuruh fokus bikin jalan penghubungnya dulu. Penlok tidak ada masalah. Hanya saja selesaikan dulu jalan penghubungnya," kata pria yang akrab disapa PAS ini.

Jalan penghubung itu ditegaskan PAS diluar dari pembangunan shortcut atau jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani.

Rencananya, pemerintah akan membangun jalan penghubung dari wilayah Gianyar menuju ke Bangli, Belantih sampai di Kubutambahan. 

"Jalannya itu akan dibahas lagi nanti," singkatnya.

Sebelumnya, pada Minggu (8/9) kemarin,  Bendesa Adat Kubutambahan, Jero Pasek Warkadea mengatakan, bahwa pihak desa adat telah sepakat untuk menyerahkan lahan duwe Pura Desa Kubutambahan seluas 370.98 hektar kepada Provinsi Bali untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan bandara internasional Bali Utara.

Dikonfirmasi melalui saluran telepon  Senin (9/9/2019), Warkadea menegaskan, lahan ratusan hektar itu hanya diserahkan oleh desa adat untuk dimanfaatkan.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved