Putri Bali Harapkan Pengembangan Wisata Badung Utara, Asita Siap Mendukung dengan Syarat ini

Putri Bali Harapkan Pengembangan Wisata Badung Utara, Asita Siap Mendukung dengan Syarat ini

Putri Bali Harapkan Pengembangan Wisata Badung Utara, Asita Siap Mendukung dengan Syarat ini
Istimewa
Inda Trimafo bersama Ardana saat melakukan pertemuan membahas kerjasama Asita dan PUtri membantu pengembangan wisata di Badung Utara. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Ketua Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri) Bali, I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha, berharap pariwisata juga berkembang pesat di wilayah Utara Badung. Baginya, selama ini kue pariwisata masih terfokus di Badung selatan. Hal ini membuat sumbangan PAD Badung sangat besar dari pajak hotel dan restoran (PHR). Anggota dewan ini terus menggemakan, bahwa Badung utara tak kalah cantik dengan selatan. 

Wanita yang juga pemilik True Bali Experience ini, melihat selain Badung selatan, Ubud juga mendapatkan kue pariwisata lebih dibandingkan wilayah lain. Padahal potensi wilayah lain juga besar. "Makanya pengembangan Badung utara sangat perlu, agar masyarakat di sini ikut merasakan kue pariwisata di Bali," tegasnya Rabu (4/9). Badung utara, kata dia, memiliki potensi alam yang luar biasa. Kemudian adat-istiadat dan budaya yang masih dijaga serta banyak atraksi baru. 

“Saya bersyukur Pemda Badung sekarang berupaya mengangkat Badung utara agar mulai menyeimbangkan dari sisi pariwisata, supaya kebagian kue,” imbuhnya. Bahkan beberapa hari lalu, pihaknya menerima rombongan Asita yang berkunjung ke True Bali Experience. Ada 40an orang rombongan travel agent yang datang. Kesempatan itu digunakan Inda, sapaan akrabnya, untuk menjelaskan potensi wisata di Badung Utara. Apalagi Desa Carangsari, Desa Pangsan, dan Pelaga ditunjuk Pemda Badung menjadi desa wisata.

Ia berharap, investor lokal turut berkontribusi mengembangkan pariwisata di Badung Utara yang berbasis alam, konservasi dan agrowisata. “Tapi kami mohon pemerintah mengawal dan membimbing, kemudian izin usaha bisa keluar dengan cepat,” ungkapnya. Menurutnya, potensi investor lokal sangat banyak. Investor lokal bisa mengembangkan Badung Utara seperti akomodasi yang ramah lingkungan, non permanen, dan tidak begitu masif. "Seperti memanfaatkan Sungai Ayung, kita dapat makan dari sungai, dan kita pun akan merawat sungai itu misalnya untuk rafting," ujar anggota DPRD Kabupaten Badung Komisi II ini. Sementara di daerah Pelaga, investor dapat membuat atraksi wisata seperti hiking, camping, dan wisata pemandian air panas mengingat disana ada sumber air panas.

Apalagi di ujung Badung Utara ini, akan dikembangkan proyek Bendungan Belok Sidan oleh Presiden Jokowi. Nilai investasinya mencapai Rp 4 triliun. Di Desa Belok Sidan juga ada air terjun. Sehingga potensi wisata di Badung Utara sangat besar untuk dikembangkan. Ketua Asita Bali, Ketut Ardana setuju dengan Inda. Pihaknya mendorong anggotanya membuat paket – paket wisata yang lebih kreatif lagi. Ia pun mengajak anggotanya ke Badung utara termasuk singgah ke True Bali Experience untuk menginventori destinasi wisata yang bisa dijadikan paket wisata.

Tujuannya mengupdate produk, karena anggota Asita yang punya seni untuk menciptakan paket – paket wisata. "Misalnya jurusan ke utara apa saja yang dimasukkan ke dalamnya sehingga paket wisata itu bisa menjadi menarik dan tentu dari sisi harga juga menarik,” jelasnya. Banyak paket wisata yang bisa ditawarkan seperti elephant riding, rafting saja, swing. Menurutnya swing saat ini sedang tren di kalangan wisatawan. “Swing juga masuk dalam paket saya karena lagi ngetrend. Yang lagi ngetrend sekarang, destinasi berbau desa, natural, alami. Mau masuk  kesini tidak hanya melihat activitynya tapi melihat di sekitarnya, alamnya indah,” katanya. Terutama wisatawan Eropa sangat jarang melihat alam tropis seperti di Badung Utara.

Dengan demikian, ia berharap selain tetap melakukan promosi pariwisata sesuai dengan segmen marketnya, travel agent juga diharapkan membuat produk – produk inovatif. Karena produk – produk monoton akan susah dijual, mengingat wisatawan yang datang ke Bali juga banyak wisatawan repeater. Ia mengatakan saling support antara Putri dan Asita, khususnya dengan meneken MoU antara dua asosiasi ini. "Tentu kerjasama antara user dan supplier, user itu Asita, supplier itu anggota Putri," katanya. 

Banyak hal yang bisa dilakukan, misal peningkatan kualitas objek dari sisi kebersihan, SDM dan sebagainya. "Sebab Asita sebagai user kalau melihat ada hal yang kurang, pasti kami sampaikan. Kemudian jika ada anggota Putri yang baru bisa diperkenalkan melalui asosiasi sehingga lbh cepat,"katanya. Hal ini juga untuk pengembangan destinasi yang ada di Bali. Untuk itu,kata dia, Ada 40 lebih perusahaan BPW anggota Asita yang hadir. Tujuannya untuk mengupdate product bagi mereka, salah satunya mengenalkan bagi BPW yang belum memakai True Bali Experience. 

Mengenai destinasi di Badung Utara, Asita juga mempromosikan semua objek / daya tarik wisata di sana. "Kalau objeknya menarik pasti lebih cepat bisa kita jual," katanya. Apalagi, kata dia, Badung utara sudah menarik, alamnya cantik, dan udaranya sejuk. "Mungkin ke depan kalau ada akses yang lebih bagus juga lebih baik. Ya mungkin jalan yang menghubungkan Plaga-Bedugul, Plaga-Kintamani, Plaga-Ubud agar kalau mungkin bisa dilewati bus," ujarnya. Sebab selain wisatawan asal Eropa, wisman asal mancanegara lainnya juga suka destinasi wisata alam yang masih asri dan sejuk. (ask)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved