Susi Kecewa Audisi Bulutangkis Dihentikan, KPAI Sebut Ini yang Jadi Masalah

Mantan pebulutangkis Indonesia, Susi Susanti, kecewa atas penghentian event Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis PB Djarum.

Susi Kecewa Audisi Bulutangkis Dihentikan, KPAI Sebut Ini yang Jadi Masalah
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
(Ilustrasi) Pertandingan babak penyisihan Djarum Sirkuit Nasional Li-Ning Bali Open 2018  di Gor Lila Bhuana, Denpasar, Bali, Senin (5/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Mantan pebulutangkis Indonesia, Susi Susanti, kecewa atas penghentian event Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis PB Djarum.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI ini mengungkapkan kekecewaannya dengan keputusan PB Djarum untuk berhenti mulai tahun depan.

Menurut Susi Susanti, tudingan eksploitasi anak yang ditudingkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kurang sesuai.

Susi Susanti menyesalkan tidak adanya dukungan untuk olahraga bulutangkis yang diadakan PB Djarum.

Padahal, banyak jebolan PB Djarum yang terbukti telah berprestasi di mata dunia dan mengharumkan nama bangsa.

"Ini bulutangkis loh, ini olahraga, bukan hal yang negatif, kenapa tidak didukung? Apalagi, ini bisa menghadirkan prestasi untuk bangsa," ucap Susi kemarin.

Menurut Susi, jika ajang pencarian bakat terhenti, maka dampaknya bisa sangat merugikan.

"Jika itu terjadi, kira-kira dalam kurun waktu 10 tahun, kita masih kesulitan untuk mencapai level atas lagi," ucap Susi.

Secara tersirat, Susi juga menyayangkan pihak yang menyebutkan bahwa audisi PB Djarum merupakan bentuk eksploitasi anak.

Ketua Umum Komite Olahraga Indonesia (KOI), Erick Thohir mulai turun tangan untuk menyatukan perbedaan persepsi antara Djarum Foundation dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved