Susi Kecewa Audisi Bulutangkis Dihentikan, KPAI Sebut Ini yang Jadi Masalah

Mantan pebulutangkis Indonesia, Susi Susanti, kecewa atas penghentian event Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis PB Djarum.

Susi Kecewa Audisi Bulutangkis Dihentikan, KPAI Sebut Ini yang Jadi Masalah
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
(Ilustrasi) Pertandingan babak penyisihan Djarum Sirkuit Nasional Li-Ning Bali Open 2018  di Gor Lila Bhuana, Denpasar, Bali, Senin (5/11/2018). 

Ketua KPAI Susanto mengatakan pihaknya tidak menghentikan audisi bulutangkis.

Dia berpendapat pihaknya justru mendukung pengembangan bakat anak-anak Indonesia, di antaranya bulutangkis.

Menurutnya, terdapat regulasi yang tegas mengatur masalah tersebut dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baik UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak maupun PP No 109 Tahun 2012. PP tersebut telah melarang bahwa perusahaan rokok dalam menyelenggarakan kegiatan dilarang menampilkan logo, merek, atau brand image produk tembakau," jelas Susanto.

Lanjut Audisi

Keputusan menghentikan audisi bulutangkis banyak membuat para pencinta olahraga tepok bulu Indonesia kecewa.

Begitu juga dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Dalam akun instagram pribadinya, Menpora menunjukkan dukungannya kepada Djarum untuk terus melakukan audisi pencarian bakat pebulutangkis muda Indonesia.

“Meskinya jalan terus karena tidak ada ada unsur eksploitasi anak. Bahkan audisi Djarum telah melahirkan juara-juara dunia. Lagipula olahraga itu butuh dukungan sponsor. Ayo lanjutkan,” tulis Menpora yang diunggah di Instagram pribadinya.

Dalam keterangannya Menteri asal Bangkalan Madura itu sempat menanyakan pendapat kepada masyarakat Indonesia mengenai audisi Djarum Badminton.

Menurut Imam, tudingan eksploitasi anak terhadap acara audisi umum PB Djarum tidak tepat.

Ia tetap mendukung ajang pencarian bakat bulutangkis itu jalan terus.

"Mestinya jalan terus karena tak ada unsur eksploitasi anak. Bahkan, audisi Djarum sudah melahirkan juara-juara dunia," tulis Imam.

"Lagipula olahraga itu butuh dukungan sponsor. Ayo, lanjutkan," sambung Imam.

Di dunia maya, warganet berinisiatif membuat petisi untuk mendukung PB Djarum dan melawan KPAI. Petisi daring muncul di Change,org, dengan judul 'Kembalikan Audisi PB Djarum'. Petisi ini dibuat oleh Davin Arkana.

Hingga Minggu malam sudah ada 17.576 orang yang menandatangani petisi tersebut. (tribun network/jid/kps/wly)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved