34 Narapidana di Tabanan Ikut Program Kejar Paket B dan C

Sebanyak 34 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Klas IIB Tabanan mengikuti program kejar paket B dan C.

34 Narapidana di Tabanan Ikut Program Kejar Paket B dan C
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana pembukaan program kejar paket B dan C di Aula Lapas Tabanan, Senin (9/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sebanyak 34 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Klas IIB Tabanan mengikuti program kejar paket B dan C.

Kegiatan ini bekerjasama dengan Sistem Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kabupaten Tabanan yang sudah dibuka, Senin (9/9/2019).

Hal ini sesuai dengan Undang Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan yang juga mengatur hak warga binaaan untuk mendapatkan pendidikan. 

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Bali, untuk pelaksanaannya ada dua kelas yakni paket B sebanyak 14 orang dan paket C sebanyak 20 orang.

Namun tak menutup kemungkinan jumlah tersebut akan bertambah karena apabila ada tahanan baru yang akan mengikuti program, masih dipersilahkan. 

"Meskipun mereka di dalam penjara, tapi tak menyurutkan niat untuk belajar. Mereka yang mengikuti kejar paket B dan C ini merupakan lanjutan dari program kejar paket A," ujar Kalapas Tabanan, I Putu Murdiana, Senin (9/9/2019).

Menurutnya, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang diatur di dalam UUD 1945.

Dalam UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan juga diatur hak warga binaan untuk mendapatkan pendidikan.

Karenanya, pendidikan sangat penting diberikan kepada warga binaan agar mereka memiliki intelektual dan karakter yang semakin membaik. 

"Apalagi banyak di antara mereka yang putus sekolah karena faktor ekonomi dan faktor sosial serta faktor lainnya. Diharapkan nantinya setelah selesai menjalani masa pidana mereka telah memiliki bekal yang cukup dan bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi," harapnya. 

Kegiatan kejar paket B dan C ini, sebut dia, diikuti 34 peserta didik warga binaan. Mereka akan diberikan mata pelajaran seperti IPA, IPS, PPKN, Matematika, Bahasa Indonesia, Penjaskes, Bahasa Inggris dan Agama.

Sedangkan untuk para pengajar, SPNF SKB menyiapkan 4 orang pamong dan 2 orang tutor, sedangkan dari Lapas menyiapkan 2 orang tenaga pengajar khusus untuk pelajaran Agama dan Pendidikan Jasmani dan kesehatan (Penjaskes). 

"Jadi sistemnya nanti para narapidana akan belajar di Lapas dan para guru pamong dan tutor yang akan datang ke Lapas untuk memberikan pelajaran," jelasnya.

Sementara itu, Kepala SPNF SKB Tabanan, Ikhsan mengharapkan, agar para warga binaan Lapas Tabanan dapat memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk terus menimba ilmu pengetahuan dan wawasan.

Apalagi saat ini perkembangan teknologi dan informasi sangat pesat, sehingga standar sumber daya manusia harus terus ditingkatkan. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved