Seberapa Penting Mengetahui IQ Bagi Anak-Anak? Ini Penjelasan Ni Made Trisna Susanti
Menurutnya tes IQ biasa dilakukan oleh orangtua ketika memiliki anak yang mengalami kesulitan belajar dan beberapa kasus lainnya.
Penulis: Karsiani Putri | Editor: Rizki Laelani
Seberapa Penting Mengetahui IQ Bagi Anak-Anak? Ini Penjelasan Ni Made Trisna Susanti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Melalui tes IQ ini, orangtua dapat mengetahui hal penting lainnya dari seorang anak.
Ditemui pada Selasa (10/9/2019), Psikolog Dian Selaras Konsultan Psikologi & Klinik Hipnoterapi, Ni Made Trisna Susanti, S.Psi, Psikolog, menjelaskan mengenai pentingnya melakukan tes IQ khususnya bagi anak-anak.
Menurutnya, tes IQ biasa dilakukan oleh orangtua ketika memiliki anak yang mengalami kesulitan belajar dan beberapa kasus lainnya.
"Dari situ akan kelihatan bagaimana anak-anak secara kemampuan, potensi dan hasil belajarnya. Terdeteksi juga bagaimana kemampuan anak dalan menyampaikan pendapat, bersosialisasi, ketergantungan kepada orang lain, dan kemandiriannya. Itu akan kelihatan sekali dalam hasil tesnya," ujar Ni Made Trisna Susanti, S.Psi, Psikolog.
• Sambut HUT ke-74 TNI, Prajurit Kodim 1626/Bangli Serka I Dewa Gede Astawa Akan Lari Keliling Bali
• Cerita Mangku S Ayah dari Tersangka Kasus Persekusi, Anak Saya Masih Kecil, Dia Menangis Terus
• Dukun Santet Bertarif Rp 40 Juta Diburu Polisi, Dibayar Aulia Kesuma untuk Bunuh Pupung dan Dana
Ia menyebutkan bahwa banyak hal bisa terlihat dari poin-poin tersebut, hanya saja tidak semua orang bisa melihatnya.
Masih banyak orang yang hanya melihat hasil tes hanya dari segi rendah tingginya angka.
Menurutnya, rendahnya angka hasil tes bisa terus berubah karena perkembangan fisik dan mental seseorang.
Tambahnya, pentingnya dalam melakukan tes IQ ini selain untuk mengukur atau mendekteksi kemampuan atau kecerdasan seseorang, melalui tes ini kita juga bisa mengetahui pembelajaran kehidupan yang sudah pernah diterima oleh orang tersebut.
"Jadi sebetulnya kompleks banget karena kita tidak hanya melihat secara IQ saja, tetapi poin didalamnya itu yang sebenarnya dapat menunjukkan dibagian mana anak itu harus diperbaiki," ungkapnya.
Ni Made Trisna Susanti, S.Psi, Psikolog., menjelaskan bahwa usia dari lima tahun keatas sudah bisa dilakukan tes IQ.
Dan untuk pelaksanaan tesnya sendiri dapat dilakukan enam bulan sekali atau dua tahun sekali.
"Sebetulnya tidak semua orang merasa hal itu penting, tapi kadang-kadang ketika mereka sudah tahu fungsinya seperti apa, mereka bisa mengetes anak-anaknya setiap tahun ketika mau masuk SD sampai dengan masuk Kampus," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/psikolog-dian-selaras-konsultan-psikolog-ni-made-trisna-susanti.jpg)