Waktu Pelaksanaan Nyepi 2020 Tumpang Tindih, Ini Dibahas dalam Pesamuhan Madya PHDI Bali

Waktu pelaksanaan Nyepi ini tumpang tindih, apa pelaksanaannya April atau Maret 2020.

Waktu Pelaksanaan Nyepi 2020 Tumpang Tindih, Ini Dibahas dalam Pesamuhan Madya PHDI Bali
Tribun Bali/Putu Supartika
Pesamuhan Madya IV PHDI Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Selain membahas tentang hak waris untuk yang pindah agama dan pelecehan tempat suci pura, dalam Pesamuhan Madya IV PHDI Bali juga dibahas tentang pelaksanaan Nyepi tahun 2020 mendatang atau saka 1942.

Pembahasan ini dimaksudkan agar pelaksanaan Nyepi sesuai dengan yang telah tertera dalam kalender, yakni Maret 2020.

“Waktu pelaksanaan Nyepi ini tumpang tindih, apa pelaksanaannya April atau Maret 2020. Nah agar jatuhnya Nyepi tidak jauh dengan kalender maka kami rumuskan dan carikan sastranya. Kalau beda bahaya,” kata Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, Selasa (10/9/2019).

Hari ke 13 Ops Patuh Agung 2019, Satlantas Polresta Denpasar Temukan 85 Pelanggar

Membahas Tentang Pelecehan Pura, Umat Hindu pun Diminta Ikut Jaga Kesucian Pura

Dalam pelaksanaan pesamuhan ini juga dibahas terkait adanya usulan melakukan Tawur Kesanga di Renon.

Karena selama ini pelaksanaan tawur ini dilaksanakan di Pura Besakih.

Hasilnya, sesuai keputusan PHDI tetap dilaksanakan di Besakih.

“Tapi ini baru usulan, apakah tetap di Besakih atau Renon dan seusai keputusan Parisada tetap di Besakih,” katanya.

Sementara itu, pembuat kalender, I Gede Marayana mengatakan terkait permasalahan perbedaan bulan pelaksanaan Nyepi ini disebabkan adanya perubahan pola sistematika sesuai dengan temuan para pengkaji.

Berdasarkan sistematika kalender saka Bali, yang dikaji I Gusti Bagus Sugriwa dan I Ketut Bambang Gde Rawi, tahun 1991 Tilem kesanga ini selalu jatuh pada bulan Maret dalam posisi matahari tepat berada pada khatulistiwa yakni 21 Maret.

Dalam Hukum Adat Bali, Hak Waris Seseorang Akan Hilang Jika Hal-Hal Seperti Ini Terjadi

61 Tokoh Adat Papua & Papua Barat Bertemu Presiden Joko Widodo di Istana, Sampaikan 9 Permintaan Ini

Akan tetapi pada periode tahun 1993, hasil kajian wariga yang diketuai I Ketut Kebek Sukarsa menggunakan sistem kalender Nirayana yang berlaku di India, posisi Tilem Kesanga ada di antara bulan Maret – April.

Oleh karena masalah-masalah tersebut, Marayana memberikan saran perlunya ada perda yang menetapkan Hari Raya Nyepi dengan dasar desa kala tatwa Bali.

“Hari Raya Nyepi sebagai tahun barunya kalender Saka Bali ditetapkan berdasarkan sistematika kalender Saka Bali,” katanya.

Selain itu, tilem kesanga sebagai hari tilem atau tutup tahun kalender Saka Bali tidak bisa diubah dengan pertimbangan apapun. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved