Agung Parwata Kecewa Pucuk Pimpinan Tak Hadir Mediasi

Mediasi yang digelar antara Anak Agung Ngurah Parwata Panji dari Puri Gede Buleleng, dengan Dinas Kebudayaan Buleleng berlangsung buntu

Agung Parwata Kecewa Pucuk Pimpinan Tak Hadir Mediasi
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
DEADLOCK - Proses mediasi di ruang pertemuan kantor Camat Buleleng, Selasa (10/9/2019). Agung Parwata Kecewa Pucuk Pimpinan Tak Hadir Mediasi 

Agung Parwata Kecewa Pucuk Pimpinan Tak Hadir Mediasi

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Mediasi yang digelar antara Anak Agung Ngurah Parwata Panji dari Puri Gede Buleleng, dengan Dinas Kebudayaan Buleleng berlangsung buntu, Selasa (10/9/2019).

Mediasi digelar di ruang pertemuan Kantor Camat Buleleng, pasca dilakukannya penutupan akses jalan antara Museum Buleleng dengan Museum Lontar Gedong Kirtya yang ada di kawasan Dinas Kebudayaan Buleleng oleh pihak puri.

Anak Agung Ngurah Parwata Panji mengaku kecewa, sebab mediasi ini jutru tidak dihadiri oleh pucuk pimpinan dari Dinas Kebudayaan Buleleng dan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng.

Kedua instansi ini justru diwakili oleh para sekretarisnya, yang dinilai tidak mampu menyelesaikan masalah.

"Semuanya diwakili, bagaimana mau memberikan keputusan. Saya maunya kan ketemu langsung dengan pucuk-pucuk pimpinannya. Tolong dong respons tiang dari pihak puri. Secara sekala memang Buleleng ini dipimpin oleh Bupati. Namun secara niskala Buleleng ini masih punya kami," ucap Parwata dengan nada kesal.

Kendati dalam mediasi itu pihak Disbud Buleleng berjanji tidak akan memarkirkan kendaraan di sekitar akses jalan antara Museum Buleleng dengan Museum Lontar Gedong Kirtya, namun Parwata menegaskan akan tetap menutup jalan tersebut hingga dirinya bisa bertemu dengan Kadisbud Buleleng Gede Komang, kepala BKD Buleleng Gedr Sugiartha Widiada, dan Asisten Tata Pemerintahan Setda Bulelen Putu Karuna.

"Plang tetap dipasang dulu. Harus ada kesepakatan tertulis. Tidak ada perwakilan. Saya ingin bertemu dengan pemucuk pimpinan Kadisbud, BKD dan Asisten I, dan minimal ada tanda tangan dari Bupati agar jalan itu bisa digunakan secara bersama. Jangan kami dari pihak puri terus saja kalah. Dulu saya terus memohon agar tidak ada parkir di jalan itu, tapi tetap saja ada parkir. Kanggowang be malu, satu-satu," katanya.

Sementara Sekretaris Disbud Buleleng, I Made Sudiarba mengatakan, pihaknya sudah berkomitmen per Selasa ini tidak lagi menggunakan akses jalan itu sebagai tempat parkir.

Sementara terkait kehendak pihak puri yang ingin bertemu langsung dengan Kepala Disbud Buleleng, BKD dan Asisten I, akan dipenuhi pada Jumat (13/9/2019) mendatang.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved