Agung Parwata Kecewa Pucuk Pimpinan Tak Hadir Mediasi

Mediasi yang digelar antara Anak Agung Ngurah Parwata Panji dari Puri Gede Buleleng, dengan Dinas Kebudayaan Buleleng berlangsung buntu

Agung Parwata Kecewa Pucuk Pimpinan Tak Hadir Mediasi
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
DEADLOCK - Proses mediasi di ruang pertemuan kantor Camat Buleleng, Selasa (10/9/2019). Agung Parwata Kecewa Pucuk Pimpinan Tak Hadir Mediasi 

"Boleh dikata mediasi hari ini deadlock. Namun setelah rembuk ini harapannya secepatnya agar segera dibuka penutupan akses jalan itu," jelasnya.

Kepala BPN Buleleng, Made Sudarma enggan berkomentar banyak terkait adanya dua sertifkat atas lahan tersebut, yakni milik puri dengan sertifikat hak milik nomor 39 yang terbit sejak 2002, dengan sertifikat hak pakai nomor 00004 tahun 2009 milik Dinas Kebudyaan Buleleng.

Ia mengaku harus melakukan pencarian data dan arsip terlebih dahulu. 

"BPN itu memberikan statement itu harus pakai data. Paling tidak saya harus panggil staf-staf saya dulu. Harus dimaklumi, saya tidak bisa langsung bicara," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, akses jalan antara Museum Buleleng dengan Museum Lontar Gedong Kirtya yang ada di kawasan Dinas Kebudayaan Buleleng ditutup oleh salah satu keluarga Puri Agung Buleleng, Anak Agung Ngurah Parwata.

Hal ini lantas membuat aktivitas di Dinas Kebudayaan menjadi terganggu.

Para pegawai terpaksa berjalan menunduk dan melangkahi beberapa potongan bambu, serta tali yang membentang menutupi jalan tersebut.

Penutupan akses jalan ini dilakukan oleh Parwata sejak pekan lalu dan masih tertutup hingga dua hari lalu.

(*) 

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved