Cara BJ Habibie 'Skak Mat' Dolar Amerika, dari Rp 16.800 per Dolar AS Jadi Rp 6.500 per Dolar AS

Kondisi pertumbuhan ekonomi membaik menjadi 0,79 persen pada 1999, naik dari 1998 yang sempat -13,13 persen

Cara BJ Habibie 'Skak Mat' Dolar Amerika, dari Rp 16.800 per Dolar AS Jadi Rp 6.500 per Dolar AS
TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI Nilai tukar rupiah merosot 

Cara BJ Habibie 'Skak Mat' Dollar Amerika, dari Rp 16.800 per Dollar AS Jadi Rp 6.500 per Dollar AS

Meski sempat ada di jurang Rp 16.800 per dollar AS, nilai tukar rupiah secara perlahan merangkak naik hingga mampu menguat di angka Rp 6.500 per dollar AS di era Habibie. Kondisi pertumbuhan ekonomi membaik menjadi 0,79 persen pada 1999, naik dari 1998 yang sempat -13,13 persen. Begitupun dengan tingkat kemiskinan jadi 23,4 persen pada 1999, menurun dari 1998 yang mencapai 24,2 persen. Ketimpangan atau gini ratio pada 1998-1999 sebesar 0,3.

TRIBUN-BALI.COM - Kondisi rupiah masih terus tertekan hingga melemah menembus posisi Rp 15.200 per dollar AS.

Padahal Bank Indonesia telah menggelontorkan begitu banyak cadangan devisa untuk mengangkat mata uang Garuda tersebut.

Tengok aja cadangan devisa pada Januari 2018 masih sebesar 132 miliar dollar AS.

Per September 2017, angkanya menyusut tajam menjadi 115 miliar dollar AS.

Apakah gelontoran uang itu membuat rupiah menguat? Faktanya rupiah masih melemah.

Membaiknya kondisi ekonomi AS membuat dollar AS kian perkasa, tak hanya terhadap rupiah, namun juga berbagai mata uang negara lain.

Di tengah kondisi itu, beberapa pihak mulai cemas. Pengusaha yang masih bergantung kepada barang impor sudah pasti terpukul oleh pelemahan rupiah.

Beberapa ekonom meyakini tekanan kepada rupiah belum akan usai, paling tidak hingga akhir pekan ini, mata uang Garuda diperkirakan akan tetap berada di atas Rp 15.000 per dollar AS.

Halaman
1234
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved