DPRD Bali Minta Evaluasi Keberadaan Tim Ahli

Setelah dilantik pada 2 September 2019 lalu, anggota dewan kini sedang membahas tata tertib dan kode etik DPRD Bali

DPRD Bali Minta Evaluasi Keberadaan Tim Ahli
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Suasana rapat dengan agenda pembahasan awal terhadap Peraturan Tata Tertib (Tatib), serta pembahasan kode etik dan tata beracara DPRD Provinsi Bali di Ruang Rapat Gabungan Kantor DPRD Bali, Selasa (10/9/2019). DPRD Bali Minta Evaluasi Keberadaan Tim Ahli 

DPRD Bali Minta Evaluasi Keberadaan Tim Ahli

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah dilantik pada 2 September 2019 lalu, anggota dewan kini sedang membahas tata tertib dan kode etik DPRD Bali.

Dalam pembahasan sidang sebelumnya, DPRD Bali ini minta gedung baru.

Sidang lanjutan pembahasan mengenai tata tertib, Rabu (11/9/2019), di Ruang Rapat Gabungan berlangsung alot, sementara sidang pembahasan kode etik berlangsung cepat di Ruang Rapat Banggar.

Menariknya, kedua sidang berbeda ruangan ini sama-sama membahas mengenai keberadaan tim ahli di DPRD Bali.

Terlebih di sidang kode etik, pertemuan harus dihentikan disinyalir karena tim ahli belum siap dalam menyediakan draft sidang.

Pimpinan sidang pembahasan kode etik I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa mengakui bahwa sidang kode etik harus ditunda karena adanya ketidaksiapan.

"Jadi saya lihat tadi belum siap, karena draft yang disiapkan oleh tim ahli itu belum siap, dan juga ada beberapa masukan anggota, jadi saya tunda sampai hari Jumat," kata dia setelah sidang berlangsung.

Diah Srikandi mengatakan, sebenarnya DPRD Bali sudah mempunyai referensi mengenai pembahasan kode etik ini, yakni kode etik 2010 dan kode etik 2014.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved