Dua Pengamen di Lampu Merah Tohpati Denpasar Didenda Rp 100 Ribu

Pelanggar yang kedapatan merokok di areal RSUP Sanglah ini didenda Rp 150 ribu dengan subsider kurungan dua hari.

Dua Pengamen di Lampu Merah Tohpati Denpasar Didenda Rp 100 Ribu
Istimewa
Pengamen yang diamankan di Tohpati, Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selasa (10/9/2019) malam kemarin, Satpol PP Kota Denpasar bersama aparat Desa Kesiman Kertalangu, mengamankan dua orang pengamen.

Pengamen tersebut diamankan saat mengamen di traffic light Tohpati, Denpasar.

Setelah diamankan, pada Rabu (11/9/2019) pagi kedua pengamen ini langsung disidang tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri Denpasar.

Sidang dengan hakim Herisanti dan panitera I Made Sukarma menjatuhkan denda sebesar Rp 100 ribu subsider kurungan dua hari kepada masing-masing pengamen ini.

Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan satu pengamen berasal dari Ubud, Gianyar dan satu pengamen lainnya dari Surabaya.

"Selanjutnya setelah proses sidang tipiring satu orang sudah diserahkan ke keluarga asalnya di Ubud Gianyar. Sementara yang lagi satunya sudah diteruskan ke Dinas Sosial untuk dikembalikan ke Surabaya," kata Sayoga.

Selain menyidangkan pengamen, dalam sidang tipiring ini juga disidangkan pelanggar kawasan tanpa rokok (KTR).

Pelanggar yang kedapatan merokok di areal RSUP Sanglah ini didenda Rp 150 ribu dengan subsider kurungan dua hari.

Sayoga menambahkan pelaksanaan sidang tipiring ini merupakan upaya untuk memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar Perda. 

Selain di Pengadilan Negeri, pelaksanaan sidang tipiring juga turut mengambil tempat di banjar atau ruang publik lainya, sebagai bentuk sosialisasi Perda guna meminimalisir pelanggaran perda oleh masyarakat.

"Sidak dan Tipiring ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk penegakan perda dan mensosialisasikan perda itu sendiri, sehingga masyarakat dapat mengaplikasikan dan mentaatinya," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, masih adanya laporan dari masyarakat akan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadikan Sat Pol PP Kota Denpasar gencar malaksanakan sidak. 

Hal ini juga guna memastikan tidak adanya aktivitas yang justru dapat merugikan dan mengganggu orang lain.

"Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan, dan dipilihnya banjar sebagai lokasi pelaksanaan sidang tipiring adalah untuk memberikan efek jera sekaligus sebagai wahana sosialisasi perda bagi masyarakat," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved