Musim Kemarau Rawan Kebakaran, BPBD Denpasar Minta Warga Tak Lakukan Ini

Untuk mengantisipasi kebakaran saat musim kemarau, BPBD Kota Denpasar mengimbau masyarakat agar tidak..

Musim Kemarau Rawan Kebakaran, BPBD Denpasar Minta Warga Tak Lakukan Ini
Tribun Bali/Nyoman Mahayasa
(Foto tidak terkait berita) Petugas pemadam kebakaran saat berusaha memadamkan api yang membakar bengkel Edo Motor di Jalan WR Supratman, Denpasar, Rabu (29/5/2019). Musim Kemarau Rawan Kebakaran, BPBD Denpasar Minta Warga Tak Lakukan Ini 

Musim Kemarau Rawan Kebakaran, BPBD Denpasar Minta Warga Tak Lakukan Ini

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali khususnya Denpasar saat ini masih musim panas atau kemarau.

Ini membuat saat siang hari udara terasa panas dan tanaman banyak yang gersang.

Kemarau ini juga membuat rawan terjadinya kebakaran.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Kota Denpasar mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan. 

Karena api akan mudah merambat, apalagi di lahan-lahan yang rentan terbakar dan padat penduduk.

"Karena masih musim panas, kami meminta masyarakat agar tak membakar sampah sembarangan. Apalagi pada lahan kosong yang rentan terbakar dan juga di perumahan," kata Kepala BPBD Kota Denpasar saat dihubungi, Rabu (11/9/2019) siang.

Joni menuturkan, beberapa minggu belakangan ini, BPBD telah menangani belasan kebakaran lahan pada lahan kosong.

Semua kebakaran ini, menurutnya dikarenakan adanya pembakaran sampah.

"Di Denpasar saat ini masih banyak kita jumpai lahan kosong yang ditumbuhi ilalang dan pepohonan, karena memasuki musim kemarau dedaunan kering sangat rawan terbakar. Ini berbahaya apalagi dekat pemukiman," katanya. 

Joni menambahkan, di Denpasar juga sudah ada aturan agar tak melakukan pembakaran sampah, karena bisa berakibat mengganggu pernapasan dan menyebabkan polusi.

Untuk antisipasi kebakaran pihaknya menyiagakan tim selama 24 jam di 4 pos yakni Pos Induk Jalan Imam Bonjol, Pos Juanda Renon, Pos Mahendradata dan Pos Cokroaminoto Ubung. 

Jika ada kejadian yang tidak diinginkan bisa menghubungi BPBD di call center 112.

(*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved