BNNP Bali Musnahkan 5 Kg Sabu BB Tiga Tersangka, Diduga Jaringan Aceh, Medan dan Bali

BNN Provinsi Bali memusnahkan barang bukti sitaan sabu seberat 5.183,65 gram atau 5 kg lebih dari tiga tersangka

BNNP Bali Musnahkan 5 Kg Sabu BB Tiga Tersangka, Diduga Jaringan Aceh, Medan dan Bali
Tribun Bali/Rino Gale
BNNP Bali memusnahkan barang bukti berupa sabu seberat 5.183,65 gram di kantor BNNP Bali, Jalan Kamboja No.8, Dangin Puri Kangin, Denpasar, Bali, Kamis (12/9/2019). BNNP Bali Musnahkan 5 Kg Sabu BB Tiga Tersangka, Diduga Jaringan Aceh, Medan dan Bali 

BNNP Bali Musnahkan 5 Kg Sabu BB Tiga Tersangka, Diduga Jaringan Aceh, Medan dan Bali

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - BNN Provinsi Bali memusnahkan barang bukti sitaan sabu seberat 5.183,65 gram atau 5 kg lebih.

Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa mengatakan, pihaknya memusnahkan barang bukti sabu seberat 5.183,65 gram milik tiga tersangka, Supriyadi, Amirrullah, dan Azhari

"Barang bukti ini dimusnahkan dengan cara dibakar. Yang pasti sabu ini melalui jaringan Aceh, Medan dan Bali. Ketiga tersangka ini membawa narkotika golongan I jenis sabu metamfetamina seberat 476,83 gram, 489,27 gram dan 471,76 gram," ujarnya, Kamis (12/9/2019).

"Tiga tersangka ini diamankan saat datang ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai dan Bandara Lombok Praya. Namun satu lagi yang dikirim lewat paket darat melalui truk. Kini masih dalam pengejaraan. Pemilik tersebut diduga kuat merupakan milik jariangan Aceh, Medan dan Bali. Kurirnya adalah orang luar Bali. Kita harus bisa menangkap pemilik barang tersebut," imbuhnya.

Lanjutnya, yang mendasari pemusnahan barang bukti ini adalah UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan surat perka BNN RI Nomor 8 Yahun 2013. 

"Jadi jangka waktu maksimal 7 hari dan sudah mendapatkan penetapan dari kejaksaan dilakukan pemusnahan demi keamanan dan hilangnya barang bukti, rusak, memuai dan digunakan oleh pegawai BNN. Barang bukti ini merupakan sitaan dari tiga tersangka jaringan Aceh, Medan dan Bali," jelasnya.

Menurutnya, Bali menjadi incaran untuk pasar sabu-sabu.

"Ini bagian dari skenario mereka agar aparat terlena. Peredaran narkoba di Bali ini masif dan sistemik. Jadi kita harus bekerja keras, baik pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi," ucapnya.

(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved