Dinas Pertanian Jembrana Sosialisasi Rabies ke Siswa SD di Zona Merah

Bidang Keswan-Kesmavet menyosialisasikan rabies sejak dini ke siswa SD, terutama SD yang berada di zona merah kasus rabies

Dinas Pertanian Jembrana Sosialisasi Rabies ke Siswa SD di Zona Merah
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Sosialisasi yang dilakukan petugas bidang Keswan Kesmavet di SD 1 Baluk, Jembrana, Bali, Rabu (11/9/2019). Dinas Pertanian Jembrana Sosialisasi Rabies ke Siswa SD di Zona Merah 

Dinas Pertanian Jembrana Sosialisasi Rabies ke Siswa SD di Zona Merah

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Rabies menjadi momok tersendiri bagi warga Jembrana belakangan ini.

Terutama bagi warga di lima desa/kelurahan yang menjadi zona merah rawan kasus gigitan rabies.

Karena itu, Bidang Keswan-Kesmavet menyosialisasikan rabies sejak dini ke siswa SD.

Terutama SD yang berada di zona merah kasus rabies.

Seperti yang dilakukan petugas Bidang Keswan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Rabu (11/9/2019) kemarin, di SD 1 Baluk Desa Baluk Kecamatan Negara.

Kepala Bidang Keswan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, dr I Wayan Widarsa menyatakan, ada lima desa atau kelurahan masuk zona merah rabies.

Di antaranya Kelurahan Banjar Tengah, Kelurahan Lelateng, Desa Baluk, Desa Tegal Badeng Barat dan Desa Tegal Badeng Timur.

Tentu saja, pihaknya menyasar siswa karena anak sekolah cukup rawan terserang gigitan anjing.

"Ini adalah langkah kami untuk mencegah penyebaran virus rabies. Di mana anak-anak cukup sering bermain dengan HPR (Hewan Penular Rabies)," ucapnya, Rabu (11/9/2019).

Halaman
12
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved