Liputan Khusus

Gempuran Reklamasi Ancam Bali Selatan, Walhi: Ada Rencana Penambangan Pasir 2.000 Hektare

Kawasan pesisir Bali Selatan tetap tak henti menjadi incaran para investor untuk dikembangkan, bahkan dengan cara menguruk perairan atau reklamasi

Gempuran Reklamasi Ancam Bali Selatan, Walhi: Ada Rencana Penambangan Pasir 2.000 Hektare
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
DUMPING - Tampak dumping area proyek pengerjaan perluasan Pelabuhan Benoa Pelindo III di sekitar kawasan pintu masuk tol Bali Mandara, Pesanggaran, Denpasar, Rabu (11/9/2019). Urukan pada dumping area itu disebut menjadi penyebab tergganggunya habitat mangrove di sekitar kawasan Tahura. Gempuran Reklamasi Ancam Bali Selatan, Walhi: Ada Rencana Penambangan Pasir 2.000 Hektare 

Gempuran Reklamasi Ancam Bali Selatan, Walhi: Ada Rencana Penambangan Pasir 2.000 Hektare

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kendati sejumlah pihak telah memperingatkan potensi bahayanya, kawasan pesisir Bali Selatan tetap tak henti menjadi incaran para investor untuk dikembangkan, bahkan dengan cara menguruk perairan atau reklamasi.

Sejak 2013 hingga 2019, setidaknya ada empat rencana proyek yang melibatkan reklamasi di Bali Selatan yang sudah mencuat ke publik.

Hal ini menjadi perhatian serius kalangan masyarakat dan aktivis lingkungan, termasuk Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali serta Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBali).

Mereka memperingatkan bahwa proyek-proyek tersebut bisa merusak lingkungan pesisir, dan merusak alam Bali.

Direktur Walhi Bali, I Made Juli Untung Pratama mengungkap empat rencana reklamasi di Bali Selatan yang saat ini masih on the track dan dalam proses mengurus izin.

Empat rencana itu antara lain reklamasi Teluk Benoa yang dilakukan oleh PT TWBI, yang disebut-sebut seluas 700 hektare, reklamasi dalam rangka perluasan Pelabuhan Benoa oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III seluas 148 hektare, proyek reklamasi perluasan Bandara Ngurah Rai oleh PT Angkasa Pura I, dan rencana pembangunan sport tourism hub yang disebutkan bakal merencanakan reklamasi seluas 50 hektare, yang digagas oleh Pemkab Badung.

Itu belum termasuk tiga rencana proyek yang sempat diekspos media, yang disebutkan bakal juga di dekat kawasan Benoa, kendati belum jelas apakah akan melibatkan reklamasi atau tidak.

“Setahu kami di Walhi Bali, cuma ada empat rencana proyek yaitu reklamasi Teluk Benoa, Pelabuhan Benoa, Bandara Ngurah Rai, dan sport tourism hub dari Pemkab Badung. Nah yang lain kami belum sempat advokasi karena isunya baru muncul di media massa saja. Untuk reklamasi bandara, kami sudah kantongi datanya. Untuk proyek Pelindo III sampai saat ini mereka masih tertutup, padahal kami sudah menang sengketa tapi Pelindo tidak juga mau memberikan datanya,” ujar Juli Untung yang akrab disapa Topan saai diwawancara Tribun Bali pekan lalu.

Sejak 2013 silam, kata Topan, PT TWBI sudah mulai mengincar Teluk Benoa untuk bisa direklamasi.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved