NS dan KS Diduga Tak Bagikan Dana Secara Merata, Dua Pengurus Kelompok Tani Tersangka Korupsi

Kasus dugaan korupsi dana KKPE di Kelompok Tani dan Ternak Tegal Bantes Desa Tejakula menyeret sebanyak dua pelaku

NS dan KS Diduga Tak Bagikan Dana Secara Merata, Dua Pengurus Kelompok Tani Tersangka Korupsi
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kasatreskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto. NS dan KS Diduga Tak Bagikan Dana Secara Merata, Dua Pengurus Kelompok Tani Tersangka Korupsi 

NS dan KS Diduga Tak Bagikan Dana Secara Merata, Dua Pengurus Kelompok Tani Tersangka Korupsi

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Kasus dugaan korupsi dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) rupanya tidak hanya terjadi di Dusun Bingin Banjah, Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali.

Unit Tipikor Polres Buleleng mensinyalir kasus serupa juga terjadi pada Kelompok Tani dan Ternak (KTT) Tegal Bantes, Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 122.049.017.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto mengatakan, modus kasus dugaan korupsi dana KPPE di Desa Tejakula ini hampir mirip dengan yang terjadi di Desa Depeha.

Hanya saja, kasus kali ini menyeret sebanyak dua pelaku yang diketahui berinisial NS selaku bendahara di KTT Tegal Bantes, dan KS selaku sekretarisnya.

"NS dan KS awalnya mengajukan permohonan KKPE tahun 2015 kepada BPD Bali Cabang Singaraja sebagai bank pelaksana dengan nilai Rp 821.500.000. Hingga akhirnya pengajuan kredit itu terealisasi pada 30 Mei 2015," ujarnya, Rabu (11/9/2019). 

Namun NS dan KS diduga tidak membagikan dana itu secara merata kepada seluruh anggota kelompok.

Hingga ada dana sebesar Rp 122.049.017 itu disinyalir digunakan oleh kedua pelaku untuk kepentingan pribadinya.

"Harusnya dana untuk anggota yang terdaftar dalam daftar rencana definitif kebutuhan kelompok yang disetujui oleh pemerintah dengan subsidi bunga yang ditentukan, tidak direalisasikan kepada seluruh anggota kelompok, melainkan dipakai sendiri oleh kedua pelaku," ungkap AKP Vicky.

Kata Vicky, saat ini kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved