Reklamasi Pelindo Sebabkan 17 Hektare Mangrove Mati, ForBali Desak Koster Bawa ke Ranah Hukum

Kenapa kita cuman maaf-maafan saja kalau ada 17 hektare mangrove rusak. Harusnya Pemerintah Provinsi Bali berani mengambil langkah hukum

Reklamasi Pelindo Sebabkan 17 Hektare Mangrove Mati, ForBali Desak Koster Bawa ke Ranah Hukum
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Koordinator Divisi Politik ForBali Suriadi Darmoko didampingi Direktur Eksekutif Walhi Bali menunjukkan salinan surat yang telah dikirimkan pihaknya ke BMKG. Surat tersebut dikirim guna mendesak BMKG untuk merbitkan arangan membangun megaproyek di Bali selatan 

"Penanaman kan endak besar sekarang. Kita tidak tahu kapan hidupnya barang itu, ya kan," jelasnya.

Baginya, rusaknya mangrove seluas 17 hektare itu masyarakat kehilangan fungsinya seketika itu juga, sementara yang ditanam sekarang belum bisa diketahui kapan hidupnya.

"Walaupun dia menanam setara 17 hektare, tapi kita sudah kehilangan manfaat hari ini dari mangrove-mangrove yang rusak. Akankah mangrove yang ditanam itu hidup? Kan itu jadi pertanyaan juga. Sementara sudah ada yang rusak akibat reklamasi," jelas Moko. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved