Sudikerta Didakwa JPU dengan Pasal Berlapis, Pengacara Sudikerta Langsung Bacakan Nota Keberatan

Mengenakan busana adat serba putih dibalut rompi tahanan warna oranye dan tangan terborgol, I Ketut Sudikerta (51) terlihat tenang

Sudikerta Didakwa JPU dengan Pasal Berlapis, Pengacara Sudikerta Langsung Bacakan Nota Keberatan
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
TAWA SUDIKERTA - Mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, tertawa usai sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (12/9/2019). Sudikerta saat menjalani persidangan terkait dugaan pencucian uang, penipuan atau penggelapan dan pemalsuan senilai Rp 150 miliar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mengenakan busana adat serba putih dibalut rompi tahanan warna oranye dan tangan terborgol, I Ketut Sudikerta (51) terlihat tenang saat menuju ruang  sidang Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (12/9).

Sembari berjalan menuju ruang sidang dikawal petugas kejaksaan, didampingi kerabat serta pendukungnya, mantan Wakil Gubernur Bali ini terus melempar senyum dan membalas salam orang kepadanya.

Sudikerta disidangkan setelah dua terdakwa lainnya yakni I Wayan Wakil (51) dan Anak Agung Ngurah Agung (68) diadili. 

Ketiga terdakwa ini menjalani sidang dakwaan atas tindak pidana pencucian uang, penipuan atau penggelapan dan pemalsuan senilai Rp 150 miliar dengan korban bos Maspion Grup, Alim Markus.

Dalam persidangan dipimpin Hakim Ketua Esthar Oktavi didampingi hakim anggota, Kony Hartanto dan Heriyanti, Sudikerta didampingi tim penasihat hukumnya, Nyoman Darmada dkk.

Hadir tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), I Ketut Sujaya, Eddy Arta Wijaya dan Martinus T Suluh.

Tim jaksa mendakwa mantan Wakil Bupati Badung dua periode ini dengan pasal berlapis.

Dakwaan Kesatu, pertama disebutkan bahwa perbuatan terdakwa I Ketut Sudikerta bersama I Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung melanggar Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Atau kedua, melanggar Pasal 372 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Atau ketiga, melanggar Pasal 263 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dakwaan Kedua, perbuatan terdakwa Sudikerta melanggar Pasal 3 UU RI No.8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Bahwa terdakwa telah menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan," urai Jaksa Eddy Arta.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved