Benda Bersejarah Terpaksa Dipajang di Ruang Kerja, Museum Semarajaya Tidak Sejaya Kerajaan Klungkung

Kain yang berisikan silsilah raja Klungkung dan beberapa lukisan Kamasan, memiliki nilai sejarah dan budaya

Benda Bersejarah Terpaksa Dipajang di Ruang Kerja, Museum Semarajaya Tidak Sejaya Kerajaan Klungkung
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kasubag Tata Usaha UPTD Museum Semarajaya Klungkung, Ida Bagus Wibawa Adnyana saat menunjukan kain blacu bertuliskan silsilah raja di Kerajaan Klungkung, Jumat (13/9/2019). Benda koleksi Museum Semarajaya tersebut, terpaksa hanya disimpan di ruang kerja karena terbatasnya ruangan untuk memajang benda sejarah. Benda Bersejarah Terpaksa Dipajang di Ruang Kerja, Museum Semarajaya Tidak Sejaya Kerajaan Klungkung 

Benda Bersejarah Terpaksa Dipajang di Ruang Kerja, Museum Semarajaya Tidak Sejaya Kerajaan Klungkung

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Kasubag Tata Usaha UPTD Museum Semarajaya Klungkung, Ida Bagus Wibawa Adnyana membuka laci lemari ketika ditemui di ruang kerjanya.

Ia mengambil kain blacu berwarna kusam, yang sebelumnya ia lipat dengan rapi. 

"Di kain ini merupakan silsilah keluarga raja-raja kerajaan Klungkung. Terpaksa kami simpan dan tidak kami pajang karena ruang di Museum Semarajaya ini terbatas," ujar Ida Bagus Wibawa Adnyana, Jumat (13/9/2019)

Ida Bagus Wibawa lalu membentangkan kain blacu dengan panjang 3 meter x 1 meter tersebut.

Ia mengaku mendapatkan kain tersebut di gudang museum, bersama dengan beberapa lukisan Kamasan.

Padahal kain yang berisikan silsilah raja Klungkung dan beberapa lukisan Kamasan, memiliki nilai sejarah dan budaya.

Tidak hanya itu, koleksi etnografi seperti lesung bersejarah juga diletakkan begitu saja di luar ruangan koleksi.

"Beberapa lukisan Kamasan juga kami temukan di gudang museum, dan terpaksa kami pajang di ruang kerja karena terbatasnya ruangan. Tempat untuk memajang benda koleksi masih terbatas," keluhnya.

Kondisi Museum Semarajaya yang menjadi satu kawasan dengan objek wisata Kertha Gosa, memang belum begitu memadai.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved