Berani Buka Kafe Remang-remang Di Badung, Giri Prasta Ancam Bawa Ke Ranah Hukum

Pihaknya juga mengingatkan tempat usaha yang sudah ditutup oleh Satpol PP Badung itu tidak boleh buka kembali.

Berani Buka Kafe Remang-remang Di Badung, Giri Prasta Ancam Bawa Ke Ranah Hukum
Humas Pemkab Badung
Bupati Giri Prasta saat memimpin Apel peringatan hari lahirnya Pancasila, Sabtu (1/6/2019) lalu, di Lapangan Pusat pemerintahan Kabupaten Badung. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Meski Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung telah melakukan penutupan kafé, atau warung remang-remang dan salon plus-plus, bukan berarti penindakan cukup sampai di situ saja.

Untuk memastikan hal tersebut, warung yang ditutup terus dimonitoring.

Bahkan bila membandel, Bupati mengancam membawa ke ranah hukum.

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta bahkan mengatakan, di Badung tidak ada lagi café atau warung remang-remang.

Menurutnya dari 40 kafé warung remang dan salon plus-plus yang sudah ditutup tidak boleh beroperasional lagi.

“Untuk masalah kafe di Badung, saya tegaskan bahwa itu tutup, tidak boleh ada kafe lagi. Jadi initinya tidak ada toleransi lagi. tegas Bupati Giri Prasta saat ditemui, Jumat (13/9/2019).

Menurutnya, penutupan kafe tersebut, sudah dilakukan  dengan monitoring dan evaluasi bersama tim yustisi bersama Kapolres Badung, Kapolresta Denpasar, dan dari Kejaksaan.

Pihaknya juga mengingatkan tempat usaha yang sudah ditutup oleh Satpol PP Badung itu tidak boleh buka kembali.

“Kalau dilanggar, mohon maaf, kalau membandel nanti kami akan lakukan ke ranah hukum, ” terangnya.

Bupati asal Pelaga ini menyarankan, bila masyarakat ingin melakukan kegiatan usaha di tempat yang sudah ditutup tersebut tentu tidak diperbolehkan membuka usaha semacam kafé mau pun warung remang.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved