Bergeser ke Perdagangan Elektronik, Kerajaan Bisnis Ajik Krisna Tetap Lakukan Penjualan Konvensional

Tak bisa dipungkiri, saat ini gaya belanja masyarakat Indonesia telah bergeser dari gaya belanja konvensional ke gaya belanja online.

Bergeser ke Perdagangan Elektronik, Kerajaan Bisnis Ajik Krisna Tetap Lakukan Penjualan Konvensional
Tribun Bali/Noviana Windri
Krisna oleh-oleh di jalan Sunset Road, Kuta, Badung, Bali, Kamis (13/9/2019) lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tak bisa dipungkiri, saat ini gaya belanja masyarakat Indonesia telah bergeser dari gaya belanja konvensional ke gaya belanja online.

Beralihnya gaya belanja masyarakat tersebut membuat banyak pelaku usaha berlomba-lomba melakukan inovasi di era perdagangan elektronik atau e-commerce.

Tentu, perdagangan elektronik menimbulkan banyak dampak positif bagi para pelaku usaha.

Mulai dari peningkatan penjualan barang dagang bahkan mampu menjangkau ke pelosok negeri.

Lalu bagaimana dengan para pelaku usaha oleh-oleh khas daerah menghadapi era perdagangan elektronik atau e-commerce?

Terutama Krisna Oleh-Oleh Bali, salah satu kerajaan bisnis Ajik Krisna yang kini memiliki 7 outlet oleh-oleh besar di Bali dan 3 outlet mini di Jakarta dan Surabaya.

Dengan bergesernya gaya belanja masyarakat Indonesia tentu membuat dampak bagi pusat oleh-oleh khas Bali ini.

"Menghadapi era e-commerce jujur saja kami tetap mengikuti perkembangan yang ada. Kami melakukan promosi lewat digital marketing juga seperti website dan sosial media. Akan tetapi bukan itu yang menjadi tujuan utama kami," jelas Ayu Saraswati, Manager Krisna Oleh-Oleh, Jumat (13/9/2019).

Menjual berbagai macam oleh-oleh khas Bali, Ayu mengatakan Krisna Oleh-Oleh tidak melakukan penjualan online.

Namun, hanya memanfaatkan digital hanya untuk promosi.

Halaman
12
Penulis: Noviana Windri
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved