Penelitian Menyebutkan, Ini Cara Terburuk Putus dengan Kekasih

Berpisah dengan pasangan memang tak pernah mudah. Apalagi, jika hubungan yang terjalin sudah berjalan lama.

Penelitian Menyebutkan, Ini Cara Terburuk Putus dengan Kekasih
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Berpisah dengan pasangan memang tak pernah mudah. Apalagi, jika hubungan yang terjalin sudah berjalan lama.

Meski demikian, dari sekian banyak cara dan penyebab perpisahan, ada satu penyebab perpisahan yang paling buruk.

Rupanya, berpisah karena orang lain jauh lebih menyakitkan daripada ditolak ketika tidak ada pihak ketiga yang terlibat.

Cara Tepat Menyimpan Makanan di Kulkas Agar Aman dari Penyakit

Mobile Legend Paling Populer, Berikut Beberapa Fakta Lain tentang E-Sports

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Personality and Social Psychology Bulletin dari Cornell University meminta 600 orang untuk melakukan eksperimen untuk mengetahui jenis penolakan apa yang paling menyakitkan.

Para peneliti menggunakan empat jenis percobaan untuk melihat dua jenis penolakan - satu di mana ada tiga orang yang terlibat, dan satu lagi di mana tidak ada pihak ketiga.

Dalam percobaan pertama, pria dipasangkan dengan dua wanita yang diam-diam bekerja dengan para peneliti.

Mereka akan diberitahu bahwa dapat memilih pasangan untuk membantunya memecahkan teka-teki.

Terkadang dia memilih wanita lain, sementara yang lainnya memutuskan untuk bekerja sendiri.

Meski Tak Mengenakkan, Ternyata Morning Sickness pada Ibu Hamil Miliki Dampak Positif

Eksperimen lain melibatkan pengujian bagaimana orang bereaksi dalam kelompok yang lebih besar, ketika mereka mengingat saat sebelumnya mereka ditolak dan membuat mereka membayangkan ditolak dalam skenario yang berbeda.

Tetapi setiap saat orang-orang selalu mengatakan, bahwa mereka merasa lebih buruk ketika seseorang lebih dipilih ketimbang mereka, daripada saat tidak ada seorang pun yang dipilih. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tahukah Kamu, Ini Cara Terburuk Putus dengan Kekasih"

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved