Pertamina Catat Penggunaan Solar di Bali, Konsumsi Capai 520 KL Per Hari

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V Jatim-Bali-Nusra Rustam Aji, mengatakan konsumsi solar di Bali sekitar 520 kilo liter (KL) per hari

Pertamina Catat Penggunaan Solar di Bali, Konsumsi Capai 520 KL Per Hari
Tribun Bali/ Rizal Fanany
ILUSTRASI/Dok. Tribun Bali - Seorang petugas SPBU mengisi bahan bakar motor di sebuah SPBU Kuta, Badung. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V Jatim-Bali-Nusra Rustam Aji, mengatakan konsumsi solar di Bali sekitar 520 kilo liter (KL) per hari.

“Pada prinsipnya Pertamina mendukung segala bentuk program pemerintah. Adapun langkah awal Pertamina bersama pemerintah memberikan sosialisasi kepada konsumen dan tentunya lembaga penyalur terkait kebijakan tersebut,” katanya kepada Tribun Bali, Jumat (13/9/2019).

Mempertimbangkan perkembangan kebutuhan nasional atas Bahan Bakar Minyak (BBM) dan dalam rangka pemberian subsidi lebih tepat sasaran kepada konsumen pengguna tertentu serta meningkatkan efisiensi penggunaan APBN, maka ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan harga Jual eceran BBM.

Untuk solar subsidi, kata dia, harus sesuai regulasi pemerintah. Sementara solar non subsidi pun, tidak diberikan pada yang tidak berhak mendapat subsidi.

“Seperti mesin-mesin industri, PLN, dan sebagainya,” katanya.

Sementara untuk harga antara solar industri, sama saja dengan harga solar non subsidi.

“Tapi Pertamina mempunyai produk sejenis yang lebih berkualitas, seperti Dexlite, Pertamina Dex, dan kualitas lebih bagus, sehingga mesin lebih tahan lama,” kata dia.

Merujuk pada surat keputusan tersebut, kuota volume dan penyalur Badan Usaha untuk Jenis BBM Tertentu/BBM subsidi (solar dan kerosene/minyak tanah) dan Jenis BBM Khusus Penugasan/JBKP (premium) ditetapkan setiap tahun selama jangka waktu penugasan.

Berdasarkan Nota Keuangan APBN Tahun 2019 Volume BBM Subsidi (JBT) ditetapkan sebesar 15,11 juta KL yang terdiri  minyak solar 14,5 Juta KL dan kerosene (minyak tanah) sebesar 0,61 juta KL.

Jumlah kuota ini lebih kecil dari kuota minyak solar tahun 2018 yang ditetapkan sebesar 15,62 juta KL.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved