Polisi dan PNS Jadi Korban Mafia Tanah, Satreskrim Polres Gianyar Ringkus Dua Pelaku

Anggota Satreskrim Polres Gianyar meringkus tersangka pelaku mafia tanah yang diduga telah merugikan banyak orang

Polisi dan PNS Jadi Korban Mafia Tanah, Satreskrim Polres Gianyar Ringkus Dua Pelaku
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
MAFIA TANAH -  Kasatreskrim Polres Gianyar, AKP Deni Septiawan merilis kasus mafia tanah dengan tersangka Pande Bambang, Jumat (13/9/2019). Polisi dan PNS Jadi Korban Mafia Tanah, Satreskrim Polres Gianyar Ringkus Dua Pelaku 

Suartika telah membayar Rp 350 juta, namun sejak tahun 2017 sertifikat tanah tak kunjung diterimanya.

Ketika ditelusuri ternyata tanah itu atas nama orang lain. 

Berdasarkan laporan ini, polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Unit Lidik II Satreskrim Polres Gianyar menemukan bukti kuat Pande Bambang dan anteknya melakukan penipuan jual beli tanah.

“Saat ini kami baru menangkap dua orang. Diduga masih ada pelaku lainnya. Peran antek-antek ini adalah merayu, ngelobi dan menerima uang dari korban lalu uang itu diserahkan ke Pande Bambang. Dari hasil penipuan ini, para anteknya hanya mendapatkan fee,” ujarnya.

Deni mengatakan, korban penipuan mencapai puluhan orang.

Namun, kata dia, sebagian besar tidak mau melapor ke polisi karena takut uang tak kembali.

“Kenapa dia kami sebut mafia tanah, karena korbannya tidak hanya satu. Dugaan kami ada puluhan korban, tapi mereka tak berani lapor, takut uangnya tak dikembalikan. Korban yang datang ke sini baru empat orang,” ujarnya.

Deni mengungkapkan, pelaku menjual tanah dalam bentuk kaplingan dengan harga bervariasi mulai dari Rp 150 juta sampai Rp 130 juta per kapling.

“Saya mengimbau agar masyarakat lebih hati-hati melakukan transaksi tanah. Mengecek kepastian ke BPN apakah tanah itu atas nama yang bersangkutan, dicek juga tanah bukan dalam sengketa,” ujarnya.

(*) 

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved