HUT 51 Tahun BHMTB, Umat Gelar Syukuran di Desa Penganggahan

Perayaan Ekaristi dipimpin Pastor Paroki, Santa Maria Imaculata Tabanan, RD Sebastianus Yordan Ado, Pr diikuti umat dari BHMTB dan umat stasi setempat

HUT 51 Tahun BHMTB, Umat Gelar Syukuran di Desa Penganggahan
DOK PRIBADI
Paduan suara BHMTB foto bersama dengan pastor paroki usai Perayaan Ekaristi. 

TRIBUN-BALI.COM- Umat Katolik Wilayah Banjar Hati Maria Tak Bernoda (BHMTB), melakukan kunjungan sekaligus merayakan Misa Ekaristi, di Gereja Katolik Stasi Martinus Deforres, Penganggahan, Tabanan, Minggu (15/9).

Perayaan Ekaristi dipimpin Pastor Paroki, Santa Maria Imaculata Tabanan, RD Sebastianus Yordan Ado, Pr diikuti umat dari BHMTB dan umat stasi setempat.

Ketua Dewan Stasi Gereja Martinus Deforres, Niko Suyasa mengatakan tiap hari Sabtu atau Minggu, umat yang mengikuti Perayaan Ekaristi antara 15 atau 20 orang.

"Umat Katolik di Stasi ini tidak banyak. Kalau misa hanya 15 atau 20 orang. Tapi hari ini, umatnya sangat banyak. Ke depan perlu saling komunikasi dan terus terjalin relasi antar relasi antar kita untuk keteguhan iman umat khususnya umat Katolik di Stasi Penganggahan," kata Niko.

Dalam khotbahnya, Pastor Paroki Maria Imaculata, RD Yordan Ado, Pr mengibaratkan tentang anak hilang yang kembali ke rumah setelah menghamburkan harta milik ayahnya yang ia minta.

"Walau telah menghamburkan harta milik sang ayah, tapi ayahnya menerima kembali si bungsu dengan merayakan pesta dan menyembelih kurban," kata Romo Yomi sapaannya.

Menurutnya, sebagai bapak tahu tentang sifat anak, baik anak sulung maupun yang bungsu. "Masing masing anak punya sifat yang berbeda beda. Namun yang pasti bapak hanya tau kita ini anak anaknya,"katanya.

Dalam konteks anak Tuhan, menurut Romo kelahiran Marilonga, Sumbawa Besar ini, ketika anak bungsu menuntut, atau meminta haknya sebagai bapak pasti memberi.

Namun setelah setelah menghabiskan harta karena nafsu dan keserakahan si bungsu menderita.

"Akhirnya ia bertobat dan kembali kepada BapaNya. Dan dengan senang hati BapaNya menayambut anak yang hilang itu. Itulah Tuhan Allah yang kita imani, kita percaya. Yang ada kita punya, punya kita. Semua yang ada kepunyaan kita bersama dimata Tuhan," urainya

Di akhir khotbah Romo Yomi berpesan agar terus berjuang, tanpa ada paksaan, berbuat untuk menjadi anak Tuhan.

"Tetap melayani dan mewartakan iman kita sebagai orang Katolik walau dalam keberdosaan. Dan jangan menumpuk dosa. Hari ini berbuat salah dan dosa, besok memperbaiki. Tak ada anak bungsu dan sulung di mata Tuhan Allah. Minta tolong dan pengampunan dari Tuhan. Jatuh bangun dalam kehidupan kita tetap jadi anak Tuhan," katanya

Ketua BHMTB, Guido Da Cruz e Silva dalam sambutan mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian puncak menyambut ulang tahun BHMTB ke 51.

"Ini bagian dari syukur kami menyambut ulang tahun. Suasana kekeluargaan dan keakraban seperti ini hendaknya terus terjalin antara kita sebagai sesama umat Katolik. Kami dari Banjar selalu berusaha memberi yang terindah untuk semua orang, baik gereja maupun masyarakat," kata Guido.(*)

Penulis: Uploader bali
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved